Foto: Suriansyah Korompot
HUT Bolmut ke-14, Infrastruktur Jadi Keluhan
Kaidiapang, MS
Momen bersejarah diperingati masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut). Tepatnya, Minggu (23/5) kemarin, salah satu Negeri Para Bogani ini boleh merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-14 sebagai daerah otonom. Sejumlah asa pun membuncah. Salah satunya masalah infrastruktur yang masih menjadi keluhan.
Walaupun berbagai kemajuan telah dicapai dalam pemerintahan dan pembangunan, namun demikian sejumlah keluhan masih bergaung di tengah masyarakat. Harapan masyarakat agar pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan dapat diperhatikan. "Di usia yang telah memasuki 14 tahun ini, warga transmigrasi Desa Goyo Kecamatan Bolangitang Barat, masih jauh dari merdeka. Di sana sini, masih banyak kekurangan, mulai dari infrastruktur jalan, pendidikan, informasi, penerangan dan sanitasi. Kendati serba kekurangan tidak menyurutkan fighting spirit warga Goyo untuk memperbaiki taraf hidup mereka atau keluar dari zona tersebut," kata Alin Pangalima, salah satu warga Goyo kemarin.
Menurutnya lagi akibat kelalaian pemerintah dari periode ke periode, menjadikan masyarakat Goyo sangat kesulitan dengan akses jalan. Harus menggunakan rakit untuk menyeberang sungai. Hal ini tentunya beresiko, apalagi saat sedang banjir, nyawa bisa jadi taruhannya. "Jalan yang dilalui masyarakat Goyo sangat beresiko, banyak kecelakaan yang terjadi, tapi syukurlah belum ada yang tewas, jika ada itu bukan Tuhan yang mengambil nyawa tapi pemerintah, haha. Jalanan yang dilalui juga akan membuat keguguran ibu hamil atau melahirkan secara prematur. Ini yang kemudian menjadi perhatian bagi saya pribadi untuk mengulas yang jarang ditilik oleh pemerintah," tambah Pangalima.
Harapan lainnya disampaikan tokoh masyarakat Huntuk kecamatan Bintauna Hendrik Katiandago. Menurutnya, akses jalan di desa tersebut hingga kini belum mendapatkan perhatian lebih. "Kondisi jalan Huntuk saat ini sangat memperihatinkan, padahal akses jalan ini sangat menunjang perekonomian terutama para petani," kata Hendrik.
Menurutnya jalan Huntuk itu dipakai bukan hanya oleh masyarakat Huntuk tapi masyarakat kecamatan Bintauna yang berkebun di daerah itu. Bahkan ada masyarakat Sangkub dan Bolangitan Timur, berharap pemerintah kabupaten untuk menindaklanjuti masalah kerusakan jalan Huntuk.
Katiandago juga mengatakan, ada 2 titik kerusakan jalan yang sangat parah. Pertama jembatan yang sekarang menggunakan jembatan darurat dan sering terjadi kecelakaan. Kedua, jalan rusak yang tergenang air sampai ke lutut orang dewasa. "Desa Huntuk adalah bagian yang tidak terpisahkan dari daerah ini. Huntuk adalah penopang perekonomian kita, sumber penghidupan yang datang dari pertanian,” kata Hendrik lagi.
Terpisah Suriansyah Korompot, anggota Dewan Perwakilan Rakat Daerah (DPRD) Bolmut meminta kepada pihak Pemkab untuk menyeriusi persoalan ini. Apalagi menurutnya dengan tema yang diangkat pada HUT ke-14 kali ini begitu sangat strategis yakni ‘Aparatur Berkompetensi, Masyarakat Berkarakter, Infrastruktur Mapan Untuk Bolmut Sejahtera’. "Dengan tema ini kita duduk bersama memikirkan apa yang menjadi harapan masyarakat yang ada di daerah ini, apalagi dengan adanya keluhan soal infrakstruktur tentunya ini merupakan tanggung jawab kita bersama-sama," kata Korompot.
Dirinya pun mengajak kepada seluruh komponen yang ada di daerah ini untuk bersikap tulus dan ikhlas dalam membangun daerah. "Selama kita bersikap tulus dan ikhlas dalam membangun daerah ini maka seluruh kebutuhan masyarakat di segala bidang kehidupan akan terpenuhi," tambah Korompot yang juga salah satu tokoh pemekaran Bolmut ini. (Nanang Kasim)














































Komentar