Pimpin Peringatan Hari Otda, Wawali Sorot Pentingnya Penguatan Fiskal Daerah
Manado, MS
Wakil Walikota (Wawali) Manado dr Richard Sualang inspektur upacara di peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 di Lapangan Sparta Tikala, Senin (4/5/26).
Upacara tersebut membawa tema Otda 2026, yakni “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”.
Turut terangkai pula bersama HUT ke-107 Pemadam Kebakaran, HUT ke-76 Satpol PP, HUT ke-64 Satlinmas, serta apel kerja perdana ASN Pemerintah Kota Manado.
Saat membawakan sambutan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Sualang mengatakan, momen Otda bagian penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Sekaligus, kolaborasi ini jadi kunci dalam mendorong keberhasilan pembangunan nasional.
“Indonesia adalah negara besar dengan potensi daerah yang beragam. Namun, kekuatan tersebut tidak akan maksimal tanpa sinergi dan koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah,” katanya.
Lanjutnya, sesuai temanya, suatu komitmen pemerintah daerah dalam mengelola potensi lokal secara mandiri dan bertanggung jawab.
Terkait kapasitas fiskal daerah, Sualang menegaskan kalau itu menjadi tantangan besar.
Di Indonesia, sambung wawali, terdapat 546 daerah di Indonesia dengan 469 daerah itu memiliki kapasitas fiskal lemah, sehingga masih bergantung pada transfer pusat.
Disoroti pula, tentang isu lintas seperti pengelolaan sampah juga menjadi perhatian.
Dimana, di2025, terdapat 16,2 juta ton sampah per tahun yang belum terkelola optimal, menggambarkan pentingnya kolaborasi antarwilayah.
Pun, seputar ketimpangan pembangunan yang terlihat dari rasio gini nasional yang berada di angka 0,375.
Meski begitu, disampaikan kalau kondisi ekonomi relatif stabil. Capaian inflasinya di angka 3,48 persen (yoy) per Maret 2026.
Dan, pertumbuhan ekonomi 5,39 persen di triwulan IV 2025.
Dia mengajak, untuk mewujudkan otonomi daerah yang efektif, peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur, optimalisasi keuangan daerah, serta percepatan transformasi digital harus terus dilakukan.
"Seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk menjaga semangat kolaborasi.
Sehingga, semangat otonomi daerah harus menjadi motor penggerak dalam menghadirkan pemerintahan yang responsif, transparan dan akuntabel,”pungkasnya. (DevyKumaat)











































Komentar