Masalah Sampah di Sulut, TPA Regional Mamitarang Kans Jadi Tumpuan


Manado, MS

Persoalan sampah masih membelenggu bumi Nyiur Melambai. Masalah klasik ini menjadi gumul pemerintah dan masyarakat. Sederet cara digelontorkan untuk menekan masalah tersebut. Terkini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) menyiapkan TPA Regional Manado, Minahasa, Minahasa Utara dan Bitung atau Mamitarang, sebagai solusi masalah sampah lintas daerah.

Keseriusan Pemprov Sulut itu terbukti. Kamis (24/9), Wakil Gubernur (Wagub) Steven OE Kandouw meletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan TPA Regional Mamitarang yang terletak di Desa Wori, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. TPA ini menampung sampah dari 4 wilayah tersebut.

Wagub Kandouw optimis pembangunan TPA Regional Mamitarang berjalan lancar karena didukung dengan perencanaan matang, koordinasi dan pengawasan optimal. “Pokoknya saya yakin dan percaya tidak ada yang bisa diselesaikan tanpa koordinasi tak usah cemas. Yang terpenting komunikasi, koordinasi semua akan berjalan dengan lancar dan sukses. Mudah-mudahan semuanya sukses perencanaannya, sukses pelaksanaannya, sukses pengawasan, sukses pertanggungjawaban dan sukses operasional,” terang Kandouw.

Untuk pembangunan dan pemanfaatan TPA ke depannya, Kandouw mengimbau masyarakat supaya tidak kuatir. Itu karena dibangun dengan teknologi modern dan ramah lingkungan. Dengan begitu tidak akan mencemarkan lingkungan sekitar TPA. “Jadi masyarakat tidak usah takut bahwa anda juga nanti akan terlibat mendapatkan manfaat selain lingkungan yang bersih, pembersihan yang baik,” ungkap Kandouw.

Untuk diketahui, TPA Regional Mamitarang seluas 30 hektar ini merupakan bagian dari sistem sanitasi perkotaan seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan produksi sampah rumah tangga dari masyarakat. Direncanakan TPA regional ini menampung 312.29 ton setiap hari yang dihasilkan oleh 572.526 jiwa atau 143.131 KK.

Pembangunan TPA diawali pekerjaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Daerah Provinsi Sulut dengan membangun jalan akses menuju TPA dengan biaya APBD Pemprov Sulut. Selanjutnya dukungan dilakukan Kementerian PUPR mencakup pembangunan lahan urug (landfill), Intalasi Pengolahan Lindi seluas 8,7 Ha, dan kolam Instalasi Pengolahan Air Lindi yang terdiri dari unit Screen, Equalisasi, Anaerobik, Fakultatif, Maturasi, dan Wetland. Karenanya, TPA Regional Mamitarang dapat meningkatkan kualitas lingkungan, menyelamatkan air permukaan (sungai dan pantai) dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekitarnya.

Warga Manado, Albert Welong sumringah dengan kabar pembangunan TPA tersebut. Bagi warga yang berdomisili di Kecamatan Tikala ini, persoalan sampah memang harus secepatnya diselelaikan. “Ini untuk kepentingan banyak orang. Saya kira sudah sangat urgen jika persoalan sampah diseriusi. Demi kesehatan. Kami mensuport langkah pemerintah dengan membangun TPA ini,” serunya.(sonny dinar)


Komentar