Foto: Saat penyemprotan ekoenzim berlangsung.(Foto Hendra Mokorowu)
Minimalisir Gas Beracun, TPA Tomohon Dihujani Cairan Ekoenzim
AMBANG batas senyawa hidrogen sulfida (H2S) Kawasan tempat pembuangan
akhir (TPA) di Kota Tomohon sudah melewati ambang batas. Kondisi ini berisiko
hingga dapat membahayakan keselamatan petugas persampahan ataupun masyarakat
yang beraktivitas di sekitar lokasi TPA.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon pun langsung bergegas. Melalui Dinas
Lingkungan Hidup (DLH) dan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga
(TP-PKK) Kota Sejuk, dilaksanakan giat penyemprotan cairan ekoenzim di TPA,
Rabu (3/11).
Kepala DLH, John ES Kapoh, SS MSi mengatakan, penyemprotan dilakukan
guna mengurangi kadar H2S dalam udara di kawasan TPA Kota Tomohon. Dimana, H2S
merupakan senyawa atau gas beracun hasil penguraian sampah organik oleh
bakteri.
"Penyemprotan ekoenzim ini bertujuan untuk menetralisir udara di
TPA dari kandungan zat kimia yang dikeluarkan sampah. Sehingga para pekerja
persampahan di TPA terhindar dari keracunan hidrogen sulfida yang bisa
membahayakan keselamatan," ujar Kapoh didampingi Sekretaris DLH, Michael Joseph
SSTP MSi di sela-sela penyemprotan.
Dijelaskan Kapoh, dalam giat penyemprotan ini, pihaknya bekerja sama
dengan TP-PKK Kota Tomohon. Dalam hal ini, cairan ekoenzim merupakan produksi
dari TP-PKK Kota Tomohon, yang diketuai drg Jeand’arc Senduk-Karundeng. "Cairan
ekoenzim itu dicampur dengan air tangki mobil damkar, lalu kemudian
disemprotkan ke udara di atas sampah. Kami berterima kasih dan mengapresiasi
Ketua TP-PKK atas dukungan cairan ekoenzim," tukasnya.
Ditambahkannya, kegiatan penyemprotan ini, ke depan direncanakan akan
dilakukan secara rutin setiap bulan. Pun penyemprotan ekoenzim ini tidak hanya
di TPA, tapi juga di lokasi-lokasi atau tempat-tempat yang berpotensi
menimbulkan H2S.
Sementara, Staf Khusus Pemkot Tomohon Bidang Lingkungan Hidup, Jemmy Makasala
menguraikan, kondisi kandungan H2S di TPA sudah jauh melewati ambang batas.
Saat melakukan pengukuran kandungan gas beracun di TPA Tomohon pada 2 pekan
lalu, pihaknya bersama Bapelitbang Kota Manado mendapati bahwa konsentrasi H2S
berada di angka 6-10 PPM. Sedangkan ambang batasnya hanya di angka 1 PPM.
"Nah, kalau sekarang, setelah disemprot dengan ekoenzim, berarti
kandungan H2S sudah menjadi nol. Baunya saja sudah tidak ada. Diharapkan,
kondisi ini bisa bertahan sampai 2 pekan ke depan. Nantinya kita akan ukur
lagi, bila kandungan H2S sudah naik maka harus dilakukan penyemprotan
kembali," tutur Makasala kepada Media Sulut usai giat penyemprotan
ekoenzim di TPA.(hendra mokorowu/victor
rempas)












































Komentar