Foto: Varia pelaksanaan TKA 2026 SD Katolik 2 Santo Yoseph Woloan, bersama KepsekNansi Moningka, SPd,,MPd,
Didukung Fasilitas Sederhana, Pelaksanaan TKA di SD Katolik 2 Santo Yoseph Woloan Berjalan Lancar
Tomohon, MS
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SD Katolik 2 Santo Yoseph Woloan hari ini, (20/4) berjalan lancar meskipun dengan tantangan keterbatasan fasilitas. Sekolah ini secara aktif berupaya memberikan kenyamanan dan kelancaran proses ujian kepada para siswa melalui berbagai dukungan, termasuk pinjaman laptop dari orang tua dan fasilitas dari guru.
Kepala Sekolah SD Katolik 2 Santo Yoseph Woloan, Nansi Moningka, SPd,,MPd, menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA hari pertama ini mendapat respon positif dari orang tua siswa. Sebelum pelaksanaan, pihak sekolah telah melakukan konfirmasi kepada orang tua terkait kesiapan dan dukungan mereka, sehingga proses berjalan sesuai rencana.
“Selain fasilitas yang kami sediakan, sebagian siswa juga meminjam laptop dari orang tua mereka. Kami sangat berterima kasih atas dukungan tersebut. Pelaksanaan hari ini berjalan dengan baik dari sesi satu hingga sesi dua,” ujar Nansi Moningka yang sudah menjabat 2 Tahun di sekolah yang memiliki segudang prestasi itu.
Meskipun fasilitas yang ada saat ini masih terbatas, pihak sekolah mengandalkan bantuan dari guru dan fasilitas pribadi siswa agar pelaksanaan ujian tetap berjalan lancar. Sampai hari ini, tercatat ada 15 siswa yang mengikuti ujian, namun satu siswa belum hadir tanpa kabar pasti, dan hal ini telah dikonfirmasi kepada pengawas dari provinsi.
Kepala Sekolah berharap, ke depan, fasilitas pendukung seperti Chromebook dan perangkat lainnya dapat disediakan melalui dukungan dari pemerintah kota maupun pusat, guna memudahkan pelaksanaan ujian dan meningkatkan kualitas pendidikan.
“Harapan kami, kedepannya fasilitas ini dapat ditingkatkan agar proses belajar dan ujian bisa berjalan lebih optimal,” tutup Nansi Moningka.
Pelaksanaan TKA hari pertama di SD Katolik 2 Santo Yoseph Woloan diharapkan menjadi contoh keberhasilan dalam menghadapi keterbatasan fasilitas dan tetap memberikan layanan terbaik untuk para siswa. Diketahui sekolah tersebut memiliki 10 tenaga pengajar untuk 102 siswa. (RommyKaunang)







































Komentar