PRABOWO TUDING POLITIK UANG, TKN JOKOWI: PRASANGKA BURUK

Episode Lanjut Drama Saling Serang


Jakarta, MS

 

Episode drama saling serang dua kubu Calon Presiden (Capres) terus berlanjut. Kali ini peluru dilontarkan Prabowo Subianto dari Mojokerto, Jawa Timur. Meledak tutur, para elit di Jakarta bakal main uang jelang hari pencoblosan. Hantaman itu langsung disambut kicauan miring kubu Jokowi.

 

Tampil berpidato di GOR Kesenian Majapahit, Jalan Gajah Mada, Kota Mojokerto, Prabowo menyebut para elite di Jakarta sudah kehilangan akal sehatnya. Lantang ia berucap, otak elit-elit itu berisi hasrat membodohi rakyat.

 

"Saya selalu katakan elite yang ada di Jakarta itu sudah kehilangan akal sehat. Yang ada di mereka adalah keinginan mengakal-akali rakyatnya sendiri. Mereka memandang rakyat Indonesia bodoh, bisa dibohongi," kata Prabowo.

 

Kalimat yang dilontarkan Prabowo ini sontak disambut teriakan kata ‘Betul’ dari ratusan relawan dan petani pendukungnya yang hadir di GOR Kesenian Majapahit. Tak hanya itu, Capres nomor urut 2 ini juga menyebut para elit di Jakarta itu akan membagi-bagian uang menjelang Pilpres 2019 tanggal 17 April nanti.

 

"Nanti menjelang tanggal 17, mereka sudah punya niat bagi-bagi uang, bagi-bagi sembako, bagi-bagi ini, bagi-bagi itu. Saudara-saudara sekalian, itu uang rakyat Indonesia sendiri," ungkapnya sembari berteriak kencang.

 

Ketua Umum Partai Gerindra ini menjelaskan, bagi-bagi uang itu hanya akan membuat senang rakyat Indonesia selama 1-3 hari. Dia menilai, bagi-bagi uang itu justru akan menghancurkan masa depan generasi Bangsa Indonesia.

 

Prabowo menegaskan, kubu Prabowo-Sandiaga Uno tak mampu membagi-bagikan uang. "Kami tidak bisa bagi-bagi uang. Jangankan uang, bagi-bagi kaos pun kami tidak bisa. Betul?" ucap Prabowo yang disambut gemuruh tepuk tangan massa yang hadir.

 

Bahkan, lanjut Prabowo, baliho dirinya pun hampir tidak ada di jalan-jalan. Dia meyakini spanduk bergambar dirinya di GOR Kesenian Majapahit baru dipasang malam sebelumnya.

 

"Ini paling baliho baru tadi malam dipasang. Iya kan? Baliho dipasang pun banyak dirobek-robek, tapi saya percaya baliho saya ada di hati rakyat Indonesia," tandasnya.

 

Dialog Kebangsaan Capres Prabowo dengan Asosisasi Petani, Kelompok Tani dan Peternak ini digelar di GOR Kesenian Majapahit, Kota Mojokerto. Di acara itu, Prabowo menerima secara langsung curhatan dari perwakilan petani tebu, padi, jagung dan garam. Prabowo pun merespons keluhan para petani dengan berpidato. Bahkan Prabowo bersumpah tidak akan istirahan sebelum melihat para petani tersenyum.

 

 

 

TKN PERTANYAKAN PERNYATAAN PRABOWO

 

Nyanyian Prabowo Subianto soal elite di Jakarta sudah kehilangan akal sehat dan punya niat bagi-bagi duit pada 17 April 2019, direspon Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin. Arah nyanyian itu dikejar. TKN mempertanyakan elite yang dimaksud Prabowo.

 

"Elite siapa yang akan bagi-bagi duit?" kata Wakil Direktur Kampanye TKN, Daniel Johan kepada wartawan.

 

Wasekjen PKB itu menegaskan money politics atau politik uang merupakan musuh utama demokrasi. Menurutnya, politik uang malah bikin Indonesia terhambat.

 

"Kalau PKB justru melihat money politics adalah musuh utama demokrasi, yang menjadi lingkaran setan Indonesia tidak maju-maju karena tersandera oleh jual beli suara. Jadi ini tantangan semua pihak, termasuk koalisi di TKN, agar pileg dan pilpres bisa menghasilkan kepemimpinan yang baik, yang mampu membawa perubahan, yang mampu menyerap aspirasi rakyat dan mewujudkannya di wilayah dan desa masing-masing," jelas Daniel.

 

"Bila sejak awal suara sudah dibeli, bagaimana aspirasi rakyat dan pembangunan desanya bisa diwujudkan, karena dianggap sudah dibeli," tutur Wakil Ketua Komisi IV DPR itu.

 

 

 

BPN SEBUT ADA CONTOH SOAL BAGI-BAGI DUIT

 

Bola panas soal para elite di Jakarta akan membagi-bagikan uang menjelang Pilpres 17 April 2019 yang digulir Prabowo Subianto, menuai banyak respon. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga ikut memperkuat pernyataan jagoannya.

 

BPN enggan menunjuk siapa elite yang dimaksud Prabowo. Namun menurut BPN, apa yang disampaikan Prabowo merupakan sebuah peringatan kepada semua pihak.

 

"Pernyataan Pak Prabowo itu merupakan warning adanya kejahatan pemilu; yaitu adanya pihak yang akan melakukan segala cara menjelang 17 April 2019," terang Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga Uno, Suhud Alynudin.

 

Pihak BPN mencontohkan, dulu menjelang Pilkada DKI banyak kasus bagi-bagi sembako, sehingga tak menutup kemungkinan terjadi juga di Pilpres.

 

"Jadi kalau dulu waktu kasus Pilkada DKI menjelang Pilkada banyak sembako menjelang pencoblosan, tetapi qodarullah-nya kemudian orang-orang nggak mau menerima sembako itu sampai ada di satu gudang dan ada di tempat anggota DPR RI di pihak sebelah seingat saya, tetapi sampai saat ini tidak diproses secara hukum," sebut Jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Pipin Sopian, Senin (25/2).

 

Ia menyoroti banyak kasus politik uang sebelumnyajelang pemilihan umum sehingga harus diantisipasi. Ia meminta masyarakat mengawasi dan melapor apabila menemukan politik uang baik berupa sembako maupun transfer uang. Selain itu Pipin juga meminta penegak hukum menindak tegas pelaku politik uang tanpa pandang bulu.

 

"Jadi bagi kami proses sebelum pemilu kecurangannya adalah ketika orang yang melakukan money politic semakin merajalela, tapi penegak hukum tutup mata maka di situ lah awal kehancuran dari pemilu kita. Jadi bagi kami ingin semua pihak mengawal. Jadi ketika ada kecurangan, firm Prabowo-Sandi akan meminta agar hukum tegak bagi siapapun," ucapnya.

 

 

 

TKN JOKOWI HERAN PRABOWO SELALU SUUDZON

 

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengaku tak merasa tersindir dengan pernyataan Prabowo tentang elite di Jakarta akan membagi-bagikan uang jelang 17 April. Namun keluar penilaian, pernyataan Capres lawan itu merupakan ‘kebiasaan buruk’ yang bersangkutan.

 

"Gimana mau tersindir, wong TKN aja masih termasuk susah payah untuk mengumpulkan dana kampanye kok. Kalau membagi uang itu darimana uangnya," kata Wakil Ketua TKN Arsul Sani di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/2).

 

Arsul pun mengaku tak memahami maksud Prabowo yang menurutnya selalu berprasangka buruk. Narasi tersebut menurut Arsul justru dibumbui oleh tim sukses Prabowo dan menjadi lebih seram.

 

"Kita juga yang tidak bisa memahami dari Pak Prabowo, statement itu selalu mulai dari prasangka, suudzon. Seringkali karena yang berstatement Pak Prabowo kemudian mengalir ke bawah. Kemudian kalau sudah ke bawah pasti ditambah-tambahi, dikreasi sendiri, narasi lebih seram daripada itu. Kalau seperti ini terus memang pemilu kita tidak jadi kondusif," ketusnya.

 

Arsul berharap Prabowo dan BPN menyampaikan agenda konkrit dan bukan sekadar narasi. Ia lalu membandingkan dengan program-program yang disampaikan Jokowi.

 

"Saya kira Pak Prabowo kan sampai sekarang dan juga BPN baru sampai narasi visi dan juga misi besar. Kita harapkan sebetulnya itu adalah agenda aksi yang konkritlah. Kalau Pak Jokowi kan tadi malam misalnya mengatakan akan memberikan kredit mikro. Itu ada sekian jumlahnya. Akan membuat bank wakaf mikro, balai latihan kerja. Itu sebetulnya yang kita harapkan dari Pak Prabowo, ketimbang berhenti pada jargon-jargon atau bahkan ungkapan-ungkapan yang membuat kita jadi takut," tuturnya.

 

 

 

BAWASLU MINTA PRABOWO LAPORKAN BUKTI

 

Ucapan Prabowo Subianto ditagih Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). Lembaga penyelenggara Pemilu yang bertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia ini berharap, capres 02 melaporkan dugaan ada elite bakal bagi-bagi duit jelang Pilpres 17 April. Pelaporan diminta disertai bukti pendukung.

 

"Ya kan kalau memang itu ada, maksudnya memiliki data akurat kemudian bisa jadi petunjuk bahwa apa yang disampaikan itu berpotensi terjadi, ya kami berharap ada informasi ke Bawaslu," tegas anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo saat dihubungi, Senin (25/2).

 

Menurut Ratna, bukti-bukti tersebut bisa digunakan untuk melakukan pencegahan. Pencegahan politik uang ditegaskannya harus juga dikoordinasikan ke Bawaslu.

 

"Supaya bisa menjadi bagian yang kami cegah agar tak terjadi," kata Ratna.

 

"Kalau memang kita semua concern pada bagaimana melakukan upaya-upaya pencegahan dan penindakan terhadap politik uang, seharusnya itu bisa dijadikan sebagai informasi kepada Bawaslu," tandasnya. (detik.com)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting