Foto: Melky Pangemanan
SDM PKH Tak Diperhatikan, Dewan Sorot Pemprov
Manado, MS
Sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara
(Sulut) menyasar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut. Kurangnya perhatian
terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) Program Keluarga Harapan (PKH) dikritisi.
Pemerintah daerah dinilai tidak menjalankan perintah konstitusi.
SDM PKH yang memiliki peran mengelola urusan masyarakat penerima
manfaat PKH menjadi perhatian Anggota Komisi IV DPRD Sulut, Melky Jakhin
Pangemanan (MJP). Dirinya memberikan mengungkapkan, benar terjadi penurunan
angka kemiskinan sesuai dengan data Badan Pusat Statistik (BPS). Masyarakat
Sulut dinilainya sejahtera karena pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga dan itu sumbangsih besar
sektor pertanian. Namun pemerintah dinilai tidak menjalankan ketentuan terkait
nasib SDM PKH. “Sektor pertanian yang memberikan sumbangsih besar sehingga
pertumbuhan ekonomi kita tetap sejahtera. Menumbuhkan kesejahteraan ini adalah
kerja keroyok atau kolektif dan tidak bisa
dia kerja parsial. Yang sangat disayangkan sampai saat ini Pemprov Sulut tidak
menjalankan perintah konstitusi,” ungkap MJP saat interupsi di suasana Rapat
Paripurna DPRD Sulut, Kamis (4/11), di ruang rapat paripurna DPRD Sulut dan di
harapan Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw.
Disampaikannya, amanat konstitusi tersebut tertera dalam
Pertaturan Menteri Sosial (Permensos) Nomor 1 tahun 2018. Itu terkait dengan
sumber pendanaan PKH yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah
(APBD) Provinsi Sulut dan kabupaten kota. Hal itu dinilainya tidak diwujudkan
oleh pemerintah yang ada di Sulut. “Yang mana disebutkan, penyediaan alokasi
dana penyertaan dari APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) sebesar 5 persen,
dihitung dari total bantuan yang diterima KPM (Keluarga Penerima Manfaat) PKH,
baik provinsi maupun di kabupaten kota. Sehingga yang terjadi masyarakat
sejahtera tapi SDM PKH-nya tidak dapat support pak Wagub, mereka dibiarkan
begitu saja,” tegasnya.
Menuruntya, selama ini SDM PKH yang melakukan pendampingan
kepada keluarga-keluarga yang menerima manfaat bantuan PKH. Hanya saja nasib
mereka kurang diperhatikan. “Padahal
banyak masyarakat kita yang mengambil uang saja di ATM tidak tahu.
Mereka (SDM PKH, red) yang bantu ini. Tapi mereka tidak mendapat support dari anggaran
Pemprov Sulut. Padahal dengan alokasi itu bisa menyediakan fasilitas pendukung
bagi SDM PKH. Jangan mereka menjadi motor penggerak yang tidak diperhatikan
pemerintah. Masyarakat dilayani tapi bagi pengelola penyediaan ini tidak
diberikan perhatian dari pemerintah,” kuncinya. (arfin tompodung)












































Komentar