Dewan Pertanyakan Progres Program Kimong di Bolmong


Manado, MS

Proyek Kawasan Industri Bolaang Mongondow (Bolmong) dikorek. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) pun mempertanyakan progres penyelesaiannya. Apalagi, program tersebut masuk dalam Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulut Tahun 2021-2026.

Hal tersebut dipertanyakan personil panitia khusus (Pansus) Legislatif Nyiur Melambai pembahas Rancangan Awal RPJMD Sulut Tahun 2021-2026 saat rapat dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapemperda) Provinsi, Kamis (27/5). Menurut personil Pansus, Yusra Alhabsyi, dalam pembahasan, perlu untuk melihat apa RPJMD ini sudah sesuai visi dan misi gubernur.

"Di satu titik yang ada di Bolmong ini, bisa dipastikan terkait Kimong. Ini proyek di Kabupaten Bolmong. Tetapi masuk di visi misi gubernur yang diagendakan ke Bolmong. Di Bolmong, ada program Kimong. Kita sudah mendengar konsepnya yang akan dijabarkan di Bolmong. Katanya, investasi di sana melibatkan 100 investor," ucap Wakil Rakyat daerah pemilihan Bolmong Raya ini

Dirinya mengungkapkan, saat ini pihaknya masih mencari informasi juga terkait hal tersebut. "Lokasi proyek Kimong katanya butuh 2000 Hektare (Ha). Tetapi ternyata, dikatakan di sana yang tersedia 1500 Ha. Ini yang perlu dikonkritkan oleh Bappeda. Supaya tidak ada perbedaan terkait konsep. Ini bisa dijalankan atau tidak," tuturnya.

Kepala Bappeda, Jenny Karouw menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut membawa program ini ke pusat melalui rapat kerja Gubernur se-Indonesia. Disampaikan bulan Februari 2020. Ini untuk merapatkan support bukan pendanaan. Tapi support untuk dimasukkan dalam program strategis nasional. "Ketika ini disetujui di tingkat nasional, daerah dalam hal ini pemerintah provinsi dan kabupaten harus berkerja sama. Intinya menyiapkan dokumen untuk merealisasikan Kimong ini," ungkapnya.

Dalam prosesnya, sudah menetapkan lokasi untuk dijadikan kawasan industri. Akhirnya ditetapkan di Kecamatan Lolak seluas 1500 Ha. Hal itu karena sudah ada dialog dengan calon investor. "Yang berkembang 100 investor itu persoalan lain. Yang pasti dari Pemprov ada satu program industri yang bisa terbangun di Bolmong. Lalu, bagaimana kita bersama-sama dengan calon investor untuk mewujudkan Kimong itu. Karena itu murni dinamakan di Pemprov dan dikordinasikan dengan kabupaten. Ini akan menyerap 69 ribu tenaga kerja," tandasnya. (arfin tompodung)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors