Pemprov Dapati Sederet Restoran Gunakan LPG 3Kg
Diduga Biang Hilangnya Tabung Subsidi di Pasaran
Laporan: Sonny Dinar
Geliat tim terpadu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) bersama liquified petroleum gas (LPG) Pertamina Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo), berbuah hasil. Aksi Inspeksi Mendadak (Sidak)
di wilayah Kota Manado, Jumat (12/10) tersebut, akhirnya menemukan sejumlah tempat usaha Rumah Makan (RM) atau restoran yang masih menggunakan tabung 3 kilogram (kg).
Hasil sidak bersama tim terpadu Pemprov Sulut, dipimpin langsung Kepala Biro (Karo) Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi, Frangky Manumpil. Ketika itu mereka menemukan sebanyak 108 tabung LPG 3kg masih digunakan pengusaha rumah makan yang ada di Negeri Wenang.
"Dari hasil sidak hari ini di lapangan, ternyata masih banyak restoran yang menggunakan tabung gas LPG yang berukuran 3kg. Ke delapan rumah makan itu adalah RM Warteg Sudirman, RM Selamat Pagi, RM Kios Fresh Kanaka, RM Loba Kanaka, RM Nasi Kuning Ternate, RM Ba Mie Jakarta, Kwetiau Medan, dan RM Pasti Senang, semua berada dalam wilayah Kota Manado. Sedangkan rumah makan yang tidak menggunakan tabung gas LPG ukuran 3kg, dari sidak tersebut mereka adalah RM Bintang Wayang, RM Jatung Hati dan RM Mie Che Tahuna," beber Manumpil.
Lanjut Manumpil pelaksanaan sidak kali ini merupakan tindaklanjut terhadap aduan masyarakat khususnya Kota Manado terkait langkanya gas elpiji subsidi 3kg. Selain itu juga merupakan salah satu upaya nyata Pemprov Sulut untuk meminimalisir penyalahgunaan gas subsidi 3kg.
“Kita menindaklanjuti bahwa adanya aduan masyarakat terkait kelangkaan gas elpiji subsidi. Kita sinyalir adanya penyalahgunaan. Maka dari itu dilakukanlah sidak ini,” tandasnya. (***)













































Komentar