22.665 Jiwa Terdampak Banjir dan Longsor di Bolsel

Bencana Terjang Tujuh Kecamatan


Laporan: Hendra Damopolii

Wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) ‘menangis’. Negeri di Tanah Totabuan ini porak poranda diterpa ‘gelombang’ bencana. Data menyajikan, ada 22.665 jiwa terdampak banjir dan longsor, sejak Jumat (24/7) hingga Sabtu (1/8).

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolsel, Daanan Mokodompit, data sementara jumlah penduduk yang terdampak tersebut tersebar di tujuh kecamatan yang ada. “Ini data sementara yang ada saat ini, sebanyak 22.665 jiwa atau 7.046 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana banjir dan longsor,” aku Daanan.

Dikatakannya, pasca kejadian bencana ini, pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia sudah turun dan memantau langsung kondisi di Bolsel. “Pihak BNPB Republik Indonesia dan BPBD Provinsi Sulawesi Utara sudah memantau langsung situasi di Bolsel, termasuk pihak Balai Jalan. Kita BPBD Bolsel sendiri terus melakukan kajian cepat, mempersiapkan tempat pengungsian, mendirikan dapur umum lapangan, mempersiapkan logistik kebutuhan dasar dan air bersih," ungkap Daanan.

"Kita juga mengarahkan alat berat untuk membersihkan material longsor dan banjir bandang yang menutupi akses jalan penghubung Bolsel dan Bolmong. Terkait penanganan tanggap darurat bencana Bolsel, seluruh komponen juga kita dilibatkan,” tambah Daanan.

Selain itu, banjir yang terjadi di wilayah Kecamatan Posigadan dan Tomini, ikut menyeret sebanyak 29 rumah dan 64 rumah kategori rusak berat. Beruntung, tak ada korban jiwa dalam bencana banjir ini. “Pemilik rumah sudah kita evakuasi dan berdasarkan data yang kita miliki, jumlah rumah hanyut terseret arus banjir bandang sebanyak 29 rumah serta rumah rusak berat berjumlah 64 rumah,” ujar Daanan lagi.

Diketahui, akibat bencana banjir dan longsor yang melanda Bolsel ini, sekitar 24 titik longsong terjadi di ruas jalan Molibagu-Doloduo dengan panjang 1 kilometer. Kemudian 2 jembatan rusak berat di jalur Bolsel-Gorontalo. Diantaranya di Desa Bakida dan Sinandaka, ruas jalan Onggunoi-Pinolosian dengan longsor sekitar 9 titik dan panjang sekitar 170 meter. Ruas jalan Molibagu-Momalia sekitar 50 meter (Pinolantungan) serta jembatan rusak ringan di Desa Salongo. (*)

 


Komentar