BENCANA HANTAM BOLMONG-BOLSEL, WARGA MASIH SIAGA


Manado, MS

Bumi Nyiur Melambai kembali bergumul. Banjir dan tanah longsor terjang wilayah Bolaang Mongondow (Bolmong) dan Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). Akibatnya, ratusan rumah warga terendam air. Selain itu, sejumlah infrastruktur publik rusak parah.

Peningkatan intensitas hujan yang terjadi mulai Jumat (24/7), akhirnya berbuah musibah. Sejumlah wilayah di Bolmong dan Bolsel babak belur. Di Kabupaten Bolmong, daerah terparah yang terkena imbas banjir yakni Dumoga Bersatu khususnya Kecamatan Dumoga Barat. Akses jalan dan jembatan terputus. Bahkan, puluhan rumah warga terseret arus air. Ada juga yang tergenang akibat luapan air dari bendungan Toraut dan Doloduo serta sedimentasi dari Daerah Aliran Sungai (DAS).

Menurut Kepala Desa Doloduo Dua, Wawan Bonde, tingginya curah hujan mengakibatkan pondasi jembatan jebol dan amblas. Saat ini, aktifitas lalu lintas menuju Kabupaten Bolsel dan sebaliknya lumpuh total. “Tak ada lagi akses menuju Kota Kotamobagu atau ke Bolsel. Ada alternatifnya, memutar ikut jalan di Toraut, tapi itu pun tak bisa lagi. Karena jalan penghubung Doloduo Tiga dan Toraut juga putus,” terang Wawan.

Hal serupa terjadi di Bolsel. Peningkatan curah hujan disertai angin kencang, juga telah menyebabkan banjir dan longsor. Buntutnya, rumah warga di sejumlah desa terendam. Hal ini dipicu lantaran luapan sungai setinggi 90 centimeter (cm). Tidak hanya itu, banjir juga mengakibatkan terputusnya Jembatan di Desa Bakida, Kecamatan Helumo. “Sampai sekarang masyarakat masih terus diberi imbauan, agar tetap waspada dengan intensitas hujan yang masih melanda daerah tercinta kita ini,” tandas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolsel, Daanan Mokodompit.

SANGADI BAKIDA TERSERET ARUS, BELUM DITEMUKAN

Bencana yang terjadi di dua kabupaten ‘tetangga’ yakni Bolmong dan Bolsel, telah menyulut perhatian banyak pihak. Selain rumah warga dan fasilitas publik yang rusak, banjir telah menyebabkan Sangadi Desa Bakida Reslan Ibrahim (35), terseret arus sungai.

Informasi yang diperoleh media ini hingga Minggu (26/7) sekira pukul 19.30 Wita, korban belum juga ditemukan. Proses pencarian-pun masih terus berlangsung dengan melibatkan Tim Basarnas Pos Kotamobagu serta BPBD Bolsel.  “Sampai saat ini belum ada tanda-tanda,” singkat Kepala BPBD Bolsel, Daanan Mokodompit, melalui pesan WhatsApp, Minggu (26/7) kemarin.

Menurut dia, proses pencarian terhadap Kepala Desa Bakida, masih terus dilakukan. Diceritakannya, pencarian dimulai dari titik nol saat korban terjatuh, hingga ke radius 1 kilometer di pesisir pantai.

“Masyarakat, keluarga pemerintah desa, kecamatan dan Pemkab serta relawan di bawah koordinasi Basarnas masih terus berupaya melakukan pencarian,” jelasnya.

Diketahui, Reslan Ibrahim terseret arus banjir yang mengantam pemukiman warga Desa Bakida Kecamatan Helumo Kabupaten Bolsel, Jumat (24/7) lalu. Saat itu, Reslan tengah berada ditepi aliran sungai dan tergelincir ke arus banjir, hingga sampai saat ini belum juga ditemukan.

BUPATI BOLMONG-BOLSEL BERGERAK, INSAN PERS PEDULI

Sebagian masyarakat Bolmong dan Bolsel terpuruk. Belum tuntas dengan bencana non alam Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), dua daerah tersebut didera bencana alam banjir dan tanah longsor.

Kondisi itu memantik reaksi cepat Pemerintah Daerah (Pemda).Seperti dilakukan Bupati Bolmong, Dra Yasti Soepredjo Mokoagow. Sabtu (26/7), Bupati Yasti langsung turun ke sejumlah titik lokasi banjir untuk memantau kondisi terakhir. Selain itu, Bupati Yasti langsung menghubungi sejumlah instansi baik tingkat provinsi dan nasional untuk menangani sejumlah infrastruktur yang terdampak banjir. Seperti pembuatan akses jalan darurat yang sempat terputus.

Di sela-sela pantauan, Bupati Yasti mendapatkan informasi jika penyebab luapan air di 2 bendungan yang ada karena areal genangan dari bendungan sudah tidak terawat. Sehingga sangat perlu ada antisipasi segera dari Balai Sungai Wilayah I Provinsi Sulut. “Saya kira perlu diantisipasi segera oleh Balai Sungai. Ini untuk mengantisipasi, agar tidak terjadi lagi luapan air dari Bendungan Kosinggalan,” terang Yasti.

Sebagai Mantan Ketua Komisi V DPR RI yang bermitra dengan Kementrian PUPR, Yasti tentu tahu persis soal kondisi aliran sungai yang ada di wilayah Bolmong. Yang seharusnya sudah ada waduk karena luas areal untuk pembagunan waduk saat ini belum difungsikan. “Saya tahu hari ini di tahun 2020, sudah ketiga kali terjadi banjir di Kecamatan Dumoga Barat. Itu karena belum disiapkannya waduk untuk mengantisipasi apabila terjadi curah hujan tinggi,” ujar Yasti.

Dia menyebutkan ada tiga kecamatan yang terdampak banjir. Yakni Kecamatan Dumoga Barat, Dumoga Tengah dan Dumuga Utara. Namun yang terparah terjadi di Kecamatan Dumoga Barat akibat dari luapan air bendungan Kosinggolan. Di sisi lain, musibah banjir ini selain terdampak pada infrastruktur juga pada perekonomian masyarakat. Buktinya, harga bahan bakar minyak sudah mencapai 35 ribu perliter. Begitu juga dengan gas elpiji ukuran tiga kilogram, saat ini sudah mencapai 30 ribu pertabung.

Bupati pun memastikan, pembangunan jembatan Kosio sudah akan mulai dikerjakan mulai Minggu besok. Sehingga, berbagai jenis kebutuhan masyarakat bisa segera disentuh oleh berbagai pihak. “Insha Allah minggu besok jembatan kosio sudah akan dikerjakan meski baru sebatas jembatan bailly atau jembatan darurat,” terang Yasti.

Ia menambahkan, ambruknya jembatan Kosio, sudah langsung dikoordinasikan dengan balai jalan sekaligus meminta secepatnya penanganan jembatan yang merupakan urat nadi perekonomian warga. “Jembatan tersebut satu-satunya akses utama lalulintas kendaraan yang mengangkut barang. Salah satunya yakni bahan bakar minya serta kebutuhan lainnya,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, hal serupa juga dilakukan Bupati Bolsel, H Iskandar Kamaru SPt. Dia langsung meninjau lokasi-lokasi banjir.

Pada kesempatan itu, Kamaru meyakinkan warganya, bahwa Pemkab Bolsel akan selalu ada bersama mereka, dalam kondisi apapun. “Karena musibah rakyat Bolsel adalah musibah kita semua. Begitupun derita rakyat Bolsel adalah derita kami juga,” ungkap Bupati.

Disisi lain, Bupati H Iskandar Kamaru SPt berharap, agar banjir yang menerjang hampir seluruh wilayah di Bolsel bisa segera surut. Untuk menghibur masyarakat yang terdampat banjir, Bupati juga mengambil langkah turun ke lokasi-lolasi banjir untuk mengecek masyarakat yang terdampak.

Tidak hanya memantau kondisi warga, Bupati yang dikenal dekat dengan masyarakat ini juga ikut menyerahkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak banjir di sejumlah desa, termasuk Molibagu, Kecamatan Bolaang Uki. “Kami sangat berharap, banjir segera surut sehingga warga bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” kunci Bupati.

Diketahui, selain pemerintah atensi yang besar juga diberikan pihak Sahabat Jurnalis Bolmong (SJB). Kalangan Kuli Tinta itu menginisiasi aksi penggalangan dana untuk warga terdampak bencana alam berupa banjir dan longsor di Bolsel dan Bolmong, Sabtu (25/7). Dalam aksi yang dipusatkan di Bundaran Paris, Kotamobagu tersebut, para insan pers berhasil mengumpulkan donasi dari masyarakat dan sebagian pemilik toko di pusat kota kotamobagu berjumlah Rp4.058.400. Selanjutnya, donasi dari masyarakat ini masih akan ditambah dengan aksi penggalangan dana di hari Minggu dan Senin.

Rencananya, pada hari Selasa (28/7) lusa, donasi dari masyarakat tersebut akan dibelikan barang yang menjadi kebutuhan masyarakat yang saat ini diungsikan. Mulai dari kebutuhan pakaian, makanan, dan kebutuhan penunjang lainnya. “Kami mengapresiasi bantuan baik moril dan materil dari masyarakat. Kami menggelar aksi ini untuk menjadi wadah bagi masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan untuk saudara-saudara kita yang saat ini tengah tertimpa musibah banjir di Kabupaten Bolsel dan Bolmong,” ungkap Hasdy Fattah, Jurnalis dari Totabuan.co.

Hal senada dikatakan David Sumilat, jurnalis dari Surat Kabar BolmongFox. Menurutnya, bencana alam berupa banjir yang terjadi di Bolsel dan Bolmong memiliki dampak yang besar bagi masyarakat di sana. Sejumlah akses utama menuju titik banjir pun putus. Sehingga, kebutuhan masyarakat terdampak banjir ini perlu untuk disentuh. “Ada beberapa masyarakat yang rumahnya dibawa oleh banjir, sehingga pakaian, makanan dan uang mereka juga terbawa banjir. Ada pula masyarakat yang tak bisa bertani lagi karena air menggenangi lahan mereka, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, aksi penggalangan dana ini kita upayakan untuk bisa membantu mereka yang saat ini sangat membutuhkan,” ujar David.

“Aksi penggalangan dana ini sangat positif, dan ini perlu menjadi contoh agar elemen masyarakat dapat bahu membahu menolong saudara kita yang saat ini tengah terdampak musibah bencana alam. Ada wadah yang masyarakat bisa percayakan seperti kawan-kawan Jurnalis untuk menyalurkan bantuan dari masyarakat langsung ke titik wilayah terdampak banjir,” lugas Ketua PWI Kotamobagu, Gunady Mondo Gunady.

Terpisah, anggota DPRD Sulut Dapil Bolaang Mongondow Raya (BMR) Rocky Wowor mengatakan, pemerintah daerah sudah melakukan langkah penanganan. Saat kejadian dirinya langsung berkoordinasi dengan bupati. "Saya menanyakan apa yang bisa torang bantu," ujar Ketua Fraksi PDIP DPRD Sulut ini, Minggu (26/7) malam.

Sesuai penjelasan bupati, kondisi yang terjadi rumah terendam. Maka dari itu yang diperlukan adalah bantuan sembako. "Karena rumah terendam, sembako yang diperlukan sekarang," jelasnya.

"Dan esoknya kita langsung antar sembako ke posko sementara," sambung dia.

Tentu untuk warga yang mengalami korban banjir sangat memerlukan bantuan. Harapannya ada mereka yang juga mau ikut terlibat meringankan beban para korban. "Tentu harapannya kami akan ada banyak juga yang terketuk pintu hati untuk turut membantu kondisi mereka saat ini," kuncinya.(yadi mokoagow/hendra damopolii/arfin tompodung)


Komentar