Warga Luar Mitra Dipulangkan

Razia Kawasan Kebun Raya Megawati Soekarnoputri


LAPORAN : RECKY KOROMPIS

Polemik yang sempat meletup di lokasi tambang emas kawasan Kebun Raya Megawati Soekarnoputri, Ratatotok, Minahasa Tenggara (Mitra), membuat pemerintah setempat siaga. Sederet kebijakan diberlakukan untuk membendung potensi terjadinya konflik. Razia pun dilakukan, Senin (13/7) kemarin. Hasilnya, puluhan warga yang diidentifikasi berasal dari luar Mitra harus dipulangkan.

Lokasi yang memang menjadi ‘rebutan’ para penambang emas ini kerap menyulut masalah. Pemkab Mitra bersama pihak TNI dan Kepolisian melakukan penertiban dengan harapan situasi dan kondisi di sana akan bisa kondusif.

Tak hanya warga pendatang, dalam razia ini warga tanpa identitas pun turut kena imbas. Sebanyak 5 lokasi yang diketahui menjadi tambang emas, disatroni tim razia yang dipimpin Asisten I Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan, Jani Rolos.

“Nibong, Kolam, Klaster, PBU dan portal menjadi lokasi razia bersama aparat TNI dan Kepolisian selain Satpol PP. Disana kita menjaring warga tanpa identitas dan beridentitas luar Mitra. Mereka diberikan pembinaan dan dipulangkan,” ungkap Rolos.

Tak hanya itu, sejumlah senjata tajam (sajam) dan minuman keras (miras) turut ditertibkan. “Jadi kita melakukan razia ini selain itu untuk kepentingan keamanan lokasi kebun raya juga untuk meminimalisir kerawanan akan konflik. Dan buktinya ada beberapa diantaranya ditemukan sajam dan miras,” katanya.

Sedangkan pelaksanaan razia ini menurutnya akan terus dilakukan pihaknya. “Besok (hari ini, red) kita akan lagi melakukan razia di lokasi. Dan perlahan kita akan menertibkan secara terus menerus,” singkatnya tegas. (***)


Komentar