Pemukulan Jurnalis di Warkop Corner Manado, Polisi Bakal Usut Tuntas


Manado, MS

Tindakan penganiyaan kembali terjadi dengan korbannya pengunjung dimana terdapat sejumlah wartawan di Warkop Corner Kecamatan Sario, Kota Manado, Jumat (22/05) kemarin malam, diminta diusut tuntas pihak berwajib.

Menurut saksi korban Dance Siahaya yang merupakan salah satu wartawan senior ditemui di RSUP Prof Kandouw, kalau para pelakunya tidak dikenalnya.

"Motifnya apa saya tidak tahu. Dan kita ini pelajaran. Tapi kita berharap polisi usut tuntas kasus ini,” kata Siahaya yang terbaring lemas ketika disambangi dalam perawatan.

Informasi diperoleh, aksi penganiayaan itu melibatkan ratusan orang yang sengaja didatangkan dengan menggunakan tiga unit mobil truk.

Rata-rata yang datang adalah pengunjung melihat kehadiran tersebut terkejut.

Rekan wartawan lain Amas Mahmud yang datang bersamaan dengan Siahaya serta aktivis yang juga Ketua Laskar GSVL Calvin Castro serta dua rekan lainnya menuturkan, mereka tak menyangka kemunculan tersebut.

“Saat itu kami tidak tahu apa-apa, hanya sebatas pengunjung. Tiba-tiba datang ratusan orang dan langsung melakukan penganiayaan. Mereka brutal. Bawa balok dan sajam. Meja kursi diobrak-abrik,” terang Mahmud, wartawan salah satu media online menceritakan.

Tambahnya saat dihubungi, enam meja di warkop itu terisi pengunjung. Di mana satu meja ditempati dua orang, termasuk dia dan rekan wartawan Dance Siahaya.

“Mereka datang dan langsung menganiaya semua pengunjung. Datang dengan tiga truk warna kuning. Saya berhasil lolos karena tanpa saya sadar saya sudah berada dalam kerumunan masa dan langsung lari ke seberang jalan,” tuturnya.

Kejadian penganiayaan itu menyebabkan para pengunjung terluka. Namun yang paling parah adalah Siahaya yang diketahui merupakan wartawan senior di daerah ini.

Luka memar disekujur tubuh dan kepala. Dimana dilarikan dahulu ke RS Bhayangkara Karombasan kemudian dirujuk ke IGD RSUP Kandou Malalayang.

Satu korban lainnya yang biasa dipanggil Gobs, juga menderita luka sobek dibagian pergelangan tangan diduga akibat hempasan benda tajam.

Kapolsek Sario AKP Renthauli Novita Pardede dikonfirmasi wartawan mengatakan, penanganan terhadap masalah ini prosesnya ada di Polresta Manado.

“Langsung ke kasat reskrim ya pak. Soalnya prosesnya ada di Polresta Manado,” jawab Pardede.

Sedangkan Kasat Reskrim AKP Tommy Aruan menegaskan, pihak Polresta Manado saat ini tengah melidik para pelaku penganiayaan di warkop tersebut.

“LP sudah masuk, proses sementara lidik pelaku,” tegasnya. (*)


Komentar