Foto: Wagub saat membuka rakorev Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Provinsi.
Ada Daerah di Sulut Miliki Kemiskinan Ekstrem
Manado, MS
Angka kemiskinan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) masih terbilang tinggi. Daerah dengan sebutan bumi Nyiur Melambai ini berada pada angka sekitar 7,3 persen. Bahkan ada daerah yang memiliki kemiskinan ekstrem.
Melihat kondisi itu, Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK), meminta pemerintah daerah fokus pada pengentasan kemiskinan.
Wakil Gubernur (Wagub) Steven Kandouw saat diwawancarai awak media usai membuka rapat koodinasi dan evaluasi (Rakorev) Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Provinsi Sulut, Kabupaten/Kota dan Lintas Sektor, Kamis (7/6/2023) di Hotel Luwansa Manado, mengungkapkan ada beberapa kendala dalam pengentasan kemiskinan.
“Kendalanya dilihat tadi terungkap masalah data, perbedaan data. Menurut hemat saya, kabupaten/kota tinggal perintah camat, lurah mendata satu persatu lebih persisi turun mendata penduduknya,” ungkap Wagub.
Menariknya juga, kata wagub, malah ada yang lebih ‘nyaman’ menjadi orang miskin. “Terungkap tadi bahwa selama ini masyarakat justru merasa nyaman dengan kemiskinan,” katanya.
Kendala lainnya, ungkap mantan Ketua DPRD Sulut ini, ada pemberian data palsu. “Sengaja memberikan data palsu supaya dapat bantuan,” tuturnya.
Instruksi Gubernur, kata Wagub, pemerintah daerah harus bertindak secara komprehensif mengarahkan kegiatan langaung ke penanggulangan kemiskinan. “Kegiatan seperti bansos (bantuan sosial), runah layak huni, sanitasi. Itu ternyata penting,” paparnya.
Pertemuan ini, diharapkannya menjadi momentum pengentasan kemiskinan di Sulut. “Jadi tujuannya kita adakan rakorev ini libatkan stakeholder terkait, rapatkan barisan arah dan kebijakan baik provinsi maupun kabupaten/kota di Sulut untuk pengentasan kemiskinan,” pungkasnya. (sonny dinar)









































Komentar