Longsor Terus Ancam Trans Sulawesi

Amir Alamri


Persoalan longsor intens mendera jalur trans Sulawesi. Ancaman serius tak henti mengintai. Perhatian pemerintah dituntut masyarakat.

 

Warga mengeluh. Setiap tahun bencana itu terjadi. Terutama di lintas Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut).

 

Akhir pekan lalu, longsor kembali membuat akses vital perekonomian Provinsi Sulut ini terganggu. Antrian panjang terjadi beberapa jam,  tepatnya di Desa Sompiro Kecamatan Sangkub.

 

Masyarakat meminta ada perhatian serius dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Bolmut, Provinsi maupun pusat.

 

“Hal-hal seperti ini harus menjadi perhatian bersama, sebab tiap tahun longsor yang terjadi di daerah ini sering terjadi. Akibat jalan tertimbun longsor, akses ekonomi putus. Walaupun hanya beberapa jam namun jelas hal ini bisa merugikan masyarakat,” terang anggota Dewan Kabupaten (Dekab) Bolmut, Amir Alamri.

 

Menurutnya beberapa titik yang ada di Kabupaten Bolmut menjadi langganan longsor. Sehingga mau tidak mau pemerintah harus lebih memperhatikan lebih serius titik-titik longsor yang ada di daerah ini.

 

“Jika tidak ada perhatian maka jelas tiap tahun akan terjadi, sehingga itu sebelum terjadi sesuatu harus secepatnya diantisipasi,” tambahnya.

 

Dari pantauan awak media ini, Jumat (18/1) akhir pekan lalu, kemacetan sempat terjadi hingga beberapa kilometer. Namun berkat kesigapan dari kepolisian yang langsung dipimpin Kapolres Kotamobagu AKBP Gani Fernando Siahaan, dapat diretas setelah dilakukan pembersihan lokasi longsor dengan menggunakan alat berat.

 

Sebelumnya, Bupati Bolmut Depri Pontoh, meminta kepada masyarakat untuk tetap waspada. Karena bencana dapat terjadi kapan saja.

 

“Bagi para pengguna jalan trans Sulawesi dan terlebih khusus masyarakat Bolmut, diharapkan tetap waspada sebab saat ini cuaca masih belum bersahabat,” pinta Pontoh. (Nanang Kasim)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting