Bapok Mulai Langka di Mitra

Pemerintah Ambil Langkah Antisipasi


Ratahan, MS


Laporan: recky korompis


Kebutuhan bahan pokok (bapok) di Minahasa Tenggara (Mitra), kian menghawatirkan. Selain minyak goreng (migor), kelangkaan terhadap beras dan gula pasir pun mulai dirasakan warga. Langkah antisipasi pun bakal ditempuh pemerintah. Utamanya jelang hari raya keagamaan.

Hal ini sesuai dengan hasil pemantauan Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Perindustrian Perdagangan (Perindag) Mitra, pada salah satu pasar di kabupaten berjuluk Bumi Patokan Esa itu.

"Dinas Koperasi UMKM dan Perindag telah turun lapangan ke Pasar Tombatu. Memang terjadi kelangkaan terhadap bapok," ungkap Kepala Dinas, Frangky Wowor, Rabu (30/3).

Menurut dia, kelangkaan terjadi pada beberapa item bapok yakni migor, beras dan gula pasir. "Dari hasil pantauan di lapangan, terkhusus migor, harga sudah naik karena sudah ditarik subsidinya. Ketersedian itu tak ada. Kalaupun ada, mengambil langsung ke distributor," tuturnya.

Sedangkan harga migor curah senilai Rp28 ribu. Kemasan 1 liter sebesar Rp27 ribu. "Kalau beras, harganya tidak naik tapi langka. Demikian juga Gula Pasir. Harganya normal tapi langka," ucap Wowor.

Dalam menyambut perayaan Hari Lebaran pihaknya sudah mengambil langkah antisipatif. "Kami akan kerja sama untuk melakukan pasar murah dengan Perum Bulog mulai hari Jumat nanti hingga ke 12 kecamatan. Harganya tentu sesuai yang telah ditetapkan," beber mantan Kepala Dinas Sosial Mitra itu.

Dia pun sedikit membeberkan sejumlah pedagang mengeluhkan pihak distributor tak mau lagi membawa bapok, diambil langsung belum tentu mendapatkan sesuai kebutuhan pasar. "Alangkah baiknya ada ketersediaan oleh distributor dan dibawa langsung ke pedagang. Sebab kelangkaan terjadi karena pasokan distributor kurang. Tapi, kita akan bekerja sama dengan pihak terkait di Provinsi tentang masalah ini," ujarnya.

Selain itu Wowor menerangkan, ketersediaan untuk rempah-rempah dan lauk pauk masih terbilang normal meski mengalami kenaikan. "Kalau rempah-rempah itu masih normal. Daging ada kenaikan namun juga masih normal termasuk ikan laut," pungkas Wowor. (*)

 

 


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting