Foto: Melky Jakhin Pangemanan berdialog dengan massa unjuk rasa dari Solidaritas Petani Penggarap Kalasey 2
MJP Hujan-hujanan Hampiri Massa Demonstran Petani Kalasey
Manado, MS
Hujan lebat mengguyur halaman kantor Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (3/2) siang. Ketika itu, unjuk rasa dari Solidaritas
Petani Penggarap (SOLIPETRA) Kalasey 2 sedang berlangsung. Ratusan demonstran itu diterima, Anggota DPRD Sulut
Melky Jakhin Pangemanan (MJP).
Seluruh massa aksi pun basah kuyup. Tak lama kemudian, MJP
turun di tengah guyuran hujan, menghampiri para demonstran untuk berdialog. Ia
bermaksud mengajak pengunjuk rasa supaya bisa melanjutkan pembicaraan di bagian
lobi kantor DPRD Sulut. Mereka pun menyetujui permintaan MJP.
Beberapa poin tuntutan yang disampaikan para pendemo kepada
MJP. Diantaranya untuk memberikan
legalitas hukum kepada petani di lahan pertanian Desa Kalasey 2 sebagai bentuk
perwujudan reforma agraria dan mendesak DPRD Sulut untuk melindungi dan ikut
memperjuangkan hak-hak konstitusi petani.
Merespon akan hal itu, MJP menegaskan akan memfasilitasi
aduan para petani Kalasey 2. Nantinya akan dibuat rapat dengar pendapat dengan
melibatkan semua pihak terkait. Termasuk Badan Pertanahan Nasional (BPN).
"Kepentingan publik, kesejahteraan dan kemaslahatan
rakyat menjadi poin paling penting dalam rangka kita mengambil suatu
keputusan," ungkap Anggota Komisi IV DPRD Sulut ini.
Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda)
DPRD Sulut itu mengungkapkan, dalam kasus ini, harus mengkaji dan menelaah
secara matang dengan mengedepankan kepentingan masyarakat. Hal itu karena hukum
tertinggi itu adalah kemaslahatan masyarakat. Disampaikannya, tuntutan yang
telah disampaikan akan ditampung dan meneruskan apa yang menjadi aspirasi
masyarakat.
"Kami DPRD adalah representasi publik. Ini semua di
dudukan dalam konstruksi hukum, tidak bisa hanya karena kepentingan
masing-masing elite politik atau kepentingan representasi masing-masing orang,
semuanya harus berdasarkan aturan yang berlaku," tutur legislator dapil
Minut-Bitung tersebut.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas
Indonesia (PSI) Sulut ini mengungkapkan, dalam situasi ini perlu untuk cari
solusi bersama dan berharap ada jalan yang terbaik. "Pertumbuhan ekonomi
kita di Sulut masih terjaga sampai saat ini karena adanya sumbangsih terbesar
di bidang pertanian," tegas MJP dan dibalas dengan teriakan ‘Hidup MJP’.
"Oleh karena itu, setiap aspirasi masyarakat yang
disampaikan terlebih khusus para petani Kalasey 2 akan menjadi tugas dan PR
besar DPRD, untuk duduk bersama dengan pihak terkait dalam rangka mengambil
keputusan," tuturnya.
Ia pula yakin Pemprov Sulut tak akan meninggalkan rakyatnya.
Dalam hal ini masyarakat petani Desa Kalasey 2. DPRD Sulut dipastikannya akan
memberikan rasa keadilan sebagaimana amanat konstitusi. "Sekali lagi saya
katakan, seluruh kebijakan pemerintah harus berorientasi pada kepentingan rakyat
dan tidak boleh hanya untuk kepentingan kelompok tertentu," kuncinya.
(arfin tompodung)














































Komentar