Foto: Foto udara di lokasi longsor tepatnya jalan AKD di Desa Komangaan, Kecamatan Bolaang. Saat ini sudah bisa kembali dilalui kendaraan meski dengan sistem buka tutup jalan, atau satu arah.
Akses Jalan Nasional AKD di Komangaan Tertutup Longsor
Intensitas curah hujan yang tinggi serta angin kencang di wilayah Sulawesi Utara (Sulut), memicu terjadinya bencana. Akses jalan nasional tepatnya jalur Amurang Kotamobagu Doloduo (AKD) di Desa Komangaan, Kecamatan Bolaang tertutup longsor sejak, Selasa (7/12) hingga Rabu (8/12) kemarin. Akibatnya, kemacetan panjang sampai satu kilometer baik dari arah Kotamobagu dan Manado pun terjadi. Pasalnya, jalan tersebut merupakan jalan protokol yang menghubungkan beberapa kabupaten kota di wilayah Bolmong Raya.
Upaya penanganan pasca longsor pun langsung digerakkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) bekerja sama dengan lintas lembaga. Saat ini, upaya untuk membuka akses jalan dengan menggerakan alat berat berhasil membuat akses satu arah. Sehingga, kendaraan yang akan melintas harus mengantri.
Camat Bolaang, Harry Damopolii ketika dikonfirmasi mengaku jika bencana longsor yang terjadi tidak menimbulkan korban jiwa. Warga yang bermukim di area tersebut pun telah dievakuasi. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Hanya saja akses jalan AKD yang tertutup dengan material longsor. Tetapi, saat ini Pemkab dan berbagai instansi telah melakukan penanganan dan membuka akses kendaraan. Namun, masih satu arah,” ungkap Harry.
Harry juga menambahkan, titik longsor yang terjadi memang merupakan titik rawan bencana. Sehingga, warga dan kendaraan yang akan melintas di jalan tersebut diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, apalagi di tengah musim hujan yang saat ini terjadi.
“Memang di titik itu kalau terjadi hujan yang lebat sering terjadi longsor. Oleh karena itu, kami mengharapkan warga untuk lebih meningkatkan kewaspadaan, apalagi saat ini musim hujan,” tambah Harry.
Selain bencana berupa longsor, sejumlah desa di wilayah Kabupaten Bolmong juga terjadi musibah banjir. Seperti di Desa Motabang Kecamatan Lolak, Desa Maelang Kecamatan Santombolang dan Desa Nonapan Baru Kecamatan Poigar.
Kepala BPBD Bolmong, Sahril Mokoagow mengatakan, banjir
rob diakibatkan pasangnya air laut dan menggenangi permukiman penduduk. “Banjir
rob terjadi, karena naiknya permukaan air laut terutama di wilayah pesisir
pantai. Selain itu juga, tingginya curah hujan yang terjadi,” ungkap Sahril. (yadi
mokoagow)











































Komentar