Foto: Herol Kaawoan
Kinerja KIP Sulut Dipertanyakan
Kinerja Komisi Informasi Publik (KIP) Sulawesi Utara (Sulut) dipertanyakan. Wakil Rakyat Nyiur Melambai mempersoalkan kinerja lembaga pengontrol penyelenggaraan penyiaran itu yang selama ini dinilai kurang terdengar. Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) pun diminta untuk menjelaskan persoalannya.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi I Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, Herol Vresly Kaawoan. Ia meminta agar
Dinas Kominfo Provinsi Sulut untuk mengoordinasikannya ke pihak KIP Sulut.
Dirinya melihat tahun ini kinerjanya belum terdengar dan nampaknya belum
maksimal.
"Tapi kan tetap digaji. Ini kan bisa gaji buta.
Gaungnya kurang terdengar," kata Kaawoan, dalam rapat dengar pendapat
Komisi I DPRD Sulut dengan Dinas Kominfo di ruang rapat komisi, Selasa (2/11).
Disampaikannya, pernah sekali dirinya berada di kantor
tersebut. Ketika itu ada yang datang namun tidak ada orang yang menyambut warga
yang mungkin datang melapor.
"Kebetulan waktu itu saya di kantor. Mana ini pegawai
mau lapor ini dan itu, tidak ada orangnya," ujarnya.
Kepala Dinas Kominfo Christian Talumepa melalui jajarannya
Ivonne Kawatu saat itu menyampaikan, anggaran untuk KIP memang agak sedikit.
Sekarang ini hanya untuk membayar honor saja. Kegiatan-kegiatan yang lain belum
mencukupi.
"Untuk sidang-sidang masalah, tidak ada anggaran. Tidak
ada program kegiatan lainnya, hanya anggaran bayar honor," jelas pihak
Kominfo. (arfin tompodung)












































Komentar