Foto: Rocky Wowor
Deprov Pastikan Penerapan PPKM Sudah Melewati Kajian
Manado, MS
Ujung jalan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Sulawesi Utara (Sulut) masih buram. Pemerintah telah resmi memperpanjang kebijakan tersebut hingga akhir Agustus 2021. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut ikut menanggap. Langkah itu dinilai telah melalui tahap kajian.
Penegasan tersebut disampaikan Anggota DPRD Sulut, Rocky Wowor. Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut menyampaikan, memang pemerintah telah memperpanjang penerapan PPKM. Ini baginya, sudah pasti melalui pertimbangan yang matang. "Jika pemerintah memutuskan PPKM diperpanjang, itu sudah dalam tahapan analisa apakah kasusnya turun atau naik. Kalau masih belum turun dan masih di angka yang sama, yah perpanjang (PPKM, red)," kata anggota dewan provinsi (Deprov) daerah pemilihan Bolaang Mongondow Raya itu, Kamis (19/8), di ruang kerjanya.
Menurut Rocky, kebijakan PPKM ini sebenarnya langkah yang sangat strategis. Di negara-negara lain malah masih ada yang tutup dan lockdown. "Amerika yang sudah buka (pengetatannya, red) tinggi sekali angka covid mereka," tutur Anggota Komisi II DPRD Sulut ini yang membidangi ekonomi dan keuangan
Dirinya mengajak untuk tetap kuat menjalani apa yang
sedang terjadi ini. Apalagi sejauh ini menurutnya, aktivitas ekonomi khusus di
Sulut masih terbilang baik. "Yang penting ekonomi jalan dan tetap prokes
(protokol kesehatan) diterapkan. Kita lihat hasil-hasil data BPS (Badan Pusat
Statistik), itu independen. Meski ada program PPKM, pertumbuhan ekonomi Sulut
masih di atas. Ingatkan ke masyarakat agar jangan mudah menyerah,"
kuncinya. (arfin tompodung)












































Komentar