Mantan Wagub Sulut Abdullah Mokoginta Tutup Usia


Awan dukacita menyelimuti Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Kesedihan itu khususnya melanda Bolaang Mongondow Raya (BMR). Mantan Wakil Gubernur (Wagub) Sulut, Almarhum Abdullah Mokoginta telah menghembuskan nafas terakhirnya, Senin (16/8).

Dukacita kehilangan tokoh pejuang Provinsi BMR ini pun bersahut-sahutan. Salah satunya datang dari Bupati Bolmong, Dra Hj Yasti Soepredjo Mokoagow. “Innalillahii Wainna Illaihi Rojiun. Tokoh panutuan sekaligus pejuang Provinsi BMR (PBMR) itu telah tutup usia. Kita kehilangan tokoh panutan. Tokoh yang gigih dalam perjuangan provinsi BMR,” ujar Bupati Yasti.

Bupati Yasti menambahkan, Aki Iksan sapaan akrab Almarhum merupakan sosok yang dia kagumi. Almarhum merupakan mantan Wagub Provinsi Sulut di era pemerintah Gubernur C J Rantung. Bahkan Bupati Yasti bercerita, pada perjuangan PBMR awal saat dirinya masih menjabat anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) sebagai Ketua Komisi V, almarhum memiliki peranan besar. Meski di usianya yang rentah, tapi punya semangat yang luar biasa. “Sempat terkurung di ruangan saat aksi demo pada waktu pembahasan beberapa DOB saat itu. Dan berada di ruangan saya waktu itu, salah satunya Almarhum. Ada juga Pak Herson Mayulu yang saat itu yang masih menjabat Bupati Bolsel (Bolaang Mongondow Selatan) dan Wali Kota Kotamobagu Ibu Tatong Bara, serta Pak Asripan Nani yang diutus Pak Depri Pontoh waktu itu,” kenang Bupati Yasti.

Bupati Yasti juga mengakui, almarhum adalah tokoh panutuan di BMR sehingga ia merasa kehilangan. “Kita doakan semoga Almarhum diberikan tempat yang layak di sisi Allah SWT. Dan kita bisa meneruskan perjuangan beliau,” pungkas Bupati Yasti.

Terpisah, Walikota Kotamobagu, Tatong Bara juga mengungkapkan duka yang mendalam atas meninggalnya salah satu tokoh besar di BMR itu. Menurut Walikota, Abdullah bukan hanya salah satu tokoh besar di BMR, melainkan se-Sulut serta merupakan tokoh panutan dan teladan masyarakat.

“Jasa-jasa dan pengabdiannya terhadap Sulut dan Bolmong Raya, mulai dari berbagai jabatan strategis di lingkup birokrasi hingga menjabat Wakil Gubernur Sulawesi Utara, tiga periode menjadi anggota MPR RI, tahun 1999 menjabat sebagai anggota DPR RI, dan hingga perjuangannya sebagai tokoh utama dalam pemekaran Provinsi Bolmong Raya akan menjadi catatan penting yang terukir indah dalam sejarah perjalanan daerah ini. Kami dan seluruh masyarakat Kota Kotamobagu merasakan duka yang mendalam serta kehilangan besar atas kepergian Almarhum,” ucap Tatong Bara.

“Saya atas nama pemerintah daerah serta seluruh masyarakat Kota Kotamobagu menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya. Insyaallah perjuangan Almarhum semasa hidup, terutama untuk pemekaran Provinsi Bolaang Mongondow Raya akan tetap menjadi spirit bagi kita semua untuk melanjutkan apa yang telah Almarhum perjuangkan,” ujarnya.

Semoga segala amal kebaikannya semasa hidup akan senantiasa bernilai ibadah, serta Almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Selamat jalan Pak Abdullah (Papa Yani), selamat jalan tokoh pemekaran Bolmong Raya, jasa dan pengabdianmu akan selalu menjadi inspirasi dan kenangan indah bagi kami semua,” ucapnya.

Diketahui, almarhum wafat di usia 86 tahun. Almarhum menjadi Wagub Sulut pada tahun 1991 dan merupakan salah satu tokoh BMR. Sejak tahun 1958 sampai 1959, almarhum pegawai yang diperbantukan pada Kantor Gubernur Sulawesi di Makassar, kemudian dipindahkan di Kantor Residen Koordinator Sulawesi Utara di Gorontalo. Tahun 1959 sampai 1960 sebagai staf Pemerintah Daerah Bolaang Mongondow dengan jabatan Kepala Perwakilan di Gorontalo, Kepala Bagian Pemerintahan Umum di Kotamobagu dan Ajun Sekretaris. Tahun 1962 sampai 1963 menjadi pegawai yang diperbantukan pada Kantor Gubernur Militer/Pembebasan Irian Barat di Makassar, kemudian dipindahkan ke Kantor Gubernur Sulawesi Utara Tengah (Sulutteng) di Manado.

Tahun 1963 sampai 1983 sebagai staf Gubernur Sulut dengan jabatan Kepala Biro Administratur, Asisten, dan Inspektur Wilayah. Tahun 1983 sampai 1985 sebagai Pembantu Gubernur Sulut Wilayah II di Gorontalo. Tahun 1986 sampai 1991 sebagai Wakil Gubernur Sulut dan sejak tahun 1992 sampai 1999 sebagai anggota DPR-RI. Dimana sebelumnya sejak 1972 sampai 1987 (selama tiga periode) sebagai anggota MPR-RI. (yadi mokoagow/endar yahya)


Komentar

Populer Hari ini


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting