“TERIMA KASIH BU WINSU”
Manado, MS
Pengabdian dan kekaryaan Drs Winsulangi Salindeho terhenti. ‘Bu Winsu’
sapaan akrab politisi flamboyan Nyiur Melambai, berpulang menghadap Sang
Pencipta. Wakil rakyat yang masih aktif bertugas di Gedung Cengkeh Sulawesi
Utara (Sulut) itu menghembuskan nafas terakhir pada Minggu (15/8).
Kabar dukacita legislator Daerah Pemilihan (Dapil) Nusa Utara ini
langsung menyebar luas di seluruh penjuru jazirah utara Pulau Selebes. Ungkapan
doa serta rasa belasungkawa bersaut-sautan. Rasa kehilangan terhadap Bupati
Sangihe periode 2004-2006 dan 2006-2011, begitu kuat. Sosok teladan Bu Winsu
dianggap telah menjadi inspirasi bagi sesama anggota DPRD, politisi, birokrat dan
masyarakat banyak.
Wafatnya Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD
Sulut itu disampaikan Sekretaris Dewan (Sekwan), Glady Kawatu. Ia
mengungkapkan, jenazahnya sedang disemayamkan di rumah duka Wonasa Kapling,
Kota Manado. "Jenazah Almarhum
bapak Winsulangi Salindeho saat ini disemayamkan di rumah duka Wonasa Kapling,"
ungkap Kawatu, Minggu (15/7).
Terkait kabar duka itu, anggota DPRD Sulut Melky Pangemanan mengaku
kehilangan sosok teladan. Di mata Pangemanan, Salindeho yang duduk di Komisi I
DPRD Sulut merupakan senior panutan. "Selamat jalan senior panutan,
Winsulangi Salindeho," kata Pangemanan, Minggu (15/8) kemarin.
Pangemanan mengakui, dirinya merasa kaget dan rasa belum percaya
ketika mendapatkan informasi bahwa Winsulangi meninggal dunia. Winsulangi dinilai
sebagai sosok yang sangat dia segani, karena kedisiplinan, kerendahan hati dan kecintaannya
terhadap keluarga.
"Sejak saya dipercayakan menjadi Wakil Ketua Bapemperda DPRD
Sulut mendampingi Winsu sebagai Ketua Bapemperda, hubungan kami menjadi semakin
dekat karena sering berkomunikasi terkait tugas di DPRD. Bahkan tak jarang kami
berdiskusi di luar kerja kedewanan, urusan keluarga dan pengalaman beliau yang
telah malang melintang sebagai seorang birokrat dan politisi senior," aku Pangemanan.
"Beliau pernah mengemban tugas sebagai Sekretaris Daerah Kota
Manado, Wakil Bupati dan Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe. Di bidang keagamaan,
pernah dipercayakan menjadi Anggota Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS)
GMIM," sambungnya.
Lebih lanjut dijelaskannya, pada Rabu 28 Juli 2021, dirinya
dipercayakan menjadi Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Ranperda tentang
Perlindungan dan Pemberdayaan Penyandang Disabilitas, dengan kembali
mendampingi Winsulangi sebagai Ketua Pansus. "Di bawah kepemimpinan Pak
Winsulangi sebagai Ketua Bapemperda dan Ketua DPRD Pak Fransiscus A Silangen,
kami bisa menghasilkan suatu produk hukum daerah, setelah kurang lebih 7 tahun
DPRD Sulut tidak melahirkan Perda (Peraturan Daerah) yang diinisiasi oleh DPRD
Sulut," tandasnya.
Lanjut Pangemanan, dalam melaksanakan tugas kedewanan, ia selalu
diberikan beberapa kesempatan untuk bekerjasama. Mereka berdua disebutnya memang
sering duet dalam mengerjakan berbagai tanggung jawab legislasi. "Saya
belajar banyak dari beliau. Sungguh pelajaran yang sangat berharga bisa bekerja
sama dengan pak Winsulangi dan selalu memberi kesempatan kepada saya untuk
belajar," ungkap Pangemanan.
Bagi dia, Almarhum Winsulangi dianggap sebagai orang tua dan menjadi
role model seorang politisi. Di usia yang tidak muda lagi, masih tetap semangat
dan rajin menjalankan tugas sebagai anggota DPRD Sulut. "Beberapa waktu
lalu selesai rapat, Pak Winsu berdiskusi panjang dengan saya dan rekan aleg
Ronald Sampel. Beliau mengutip ayat Alkitab dalam Amsal 30:7-9. Dua hal aku
mohon kepada-Mu, jangan itu Kau tolak sebelum aku mati, yakni: Jauhkanlah dari
padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau
kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau
aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa Tuhan itu? Atau, kalau
aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku," beber Pangemanan.
Ayat tersebut, menjadi doanya kepada Tuhan, agar terus dimampukan
dalam bekerja untuk masyarakat dan daerah. Sosok Winsulangi sungguh sangat
menginspirasi semua rekan-rekan di DPRD Sulut dengan keteladanannya serta etos
kerjanya yang tinggi dalam pengabdian sebagai wakil rakyat. "Saya dan
keluarga merasa sangat kehilangan sosok Pak Winsu. Tidak akan ada lagi suara
melalui telepon yang diawali dengan ucapan, Halo anak muda, dari beliau.
Beberapa hari lalu Pak Winsu menghubungi saya dan bahkan sempat berbincang dengan
istri Pendeta Meiva. Pak Winsu bilang, so rindu karena jarang baku-baku dapa di
kantor ini anak muda, kong kase bacerita deng Pendeta Meiva. Pendeta Meiva
bilang, cocok sekali kerja sama Pak Winsu dengan Pak Melky, Pak Winsu sering
cerita. Jujur saya terharu, kedua sosok suami istri ini adalah figur publik
yang banyak dipercayakan mengemban amanah besar di daerah ini," terangnya.
Pangemanan mengakui, masih banyak tanggung jawab yang harusnya
dikerjakan bersama ke depan. Hanya saja, Tuhan memiliki otoritas tunggal untuk
memanggil pulang milik kepunyaan-Nya yang telah memberi diri melayani rakyat. "Mengenang
Pak Winsu dan menulis cerita bersamanya membuat saya sedih. Ada banyak
keteladanan darinya yang saya pelajari. Pak Winsu telah meninggalkan kita semua
di dunia, namun semangatnya, kedisiplinan, tanggung jawab dan kerendahan
hatinya akan selalu kami kenang," tutur Pangemanan.
"Beristirahatlah dalam damai Kristus. Terima kasih pak Winsu.
Selesai sudah tugas yang telah engkau emban di dunia ini. Tuhan memberi
penghiburan sejati bagi Keluarga Salindeho-Lintang yakni Pendeta Meiva,
Christin, Christian dan Junior," imbuhnya.
Awan dukacita juga menyelimuti masyarakat di wilayah Nusa Utara. Apalagi,
sejauh ini, Winsulangi dinilai totalitas memperjuangkan pembangunan wilayah
kepulauan. “Teladanmu sungguh luar biasa bagai emas bagi kami. Sulut kehilangan
tokoh panutan secara khusus Nusa Utara sangat kehilangan tokoh yang paripurna
dalam perjuangan membangun daerah di Nusa Utara. Selamat jalan ke tempat
abadianmu Bu Winsu Salindeho. Kami Keluarga dan seluruh masyarakat Kabupaten
Kepulauan Talaud turut berdukacita," tulis Wakil Bupati (Wabup) Kepulauan
Talaud, Moktar Arunde Parapaga dalam akun facebooknya, Minggu.
Demikian juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Talaud, Djekmon Amisi. "Selamat
jalan Bu Winsu, pantasan Bu Winsu ini hari so nda menyapa pa kita, kita
kehilangan orang baik Tokoh Nusa Utara Drs Winsulangi Salindeho (Bu Winsu)
sabar dan kuat ibu Meiva dan anak Junior," ucap Amisi yang ditulis dalam
akun facebooknya.
Informasi yang diperoleh media ini, upacara pelepasan dari jenazah
akan dilaksanakan pada Rabu (18/8) sekira jam 9 pagi. Kemudian untuk seterusnya
dilaksanakan Upacara Pemakaman di Gereja GMIM Pniel Tuna dan selanjutnya akan
disemayamkan di beberapa tempat.
SANGIHE KEHILANGAN
SOSOK PEJUANG
Jejak pengabdian dan karya Drs Winsulangi Salindeho, masih terukir
jelas di sanubari masyarakat Kabupaten Sangihe. Itu karena kemajuan wilayah
kepulauan ini, tidak lepas dari ‘tangan dingin’ mantan Bupati Sangihe dua
periode itu.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe turut
berbelasungkawa, dipanggil oleh Tuhan Yang Maha Kuasa bapak Drs Winsulangi
Salindeho. Semoga keluarga yang ditiggalkan diberikan penghiburan serta
kekuatan untuk menghadapi gumul saat ini,” ungkap Bupati Kepulauan Sangihe, Jabes
Ezar Gaghana SE ME, Minggu kemarin.
"Tentu kita semua merasa kehilangan, Almarhum sebagai tokoh yang
juga mantan Bupati Sangihe. Kita kehilangan seseorang yang mempunyai kapasitas
yang pernah memperjuangkan daerah ini," sambung Gaghana.
Bupati mengatakan, Pemkab dan Tokoh Agama yang ada di Sangihe akan
melayat di rumah duka. Itu sebagai penghormatan kepada Almarhum, yang mana
almarhum pernah berjuang mengembangkan daerah ini, Kabupaten Sangihe. "Sebagai
wujud penghormatan terakhir dari Pemkab Sangihe dengan tokoh-tokoh agama akan
melayat pada tanggal 17 Agustus malam ke rumah duka," ungkap Gaghana.
Gaghana melanjutkan, salah satu momen yang sangat berharga bersama Almarhum
yaitu saat Pemilihan Umum (Pemilu) Bupati dan Wabup. Saat itu, Almarhum mencalonkan
diri sebagi Bupati dan dirinya sebagai Wakil Bupati Periode 2006-2011. Mereka
menjadi pemenang Pilkada saat itu. "Kenangan bersama Alamarhum banyak,
yaitu pernah berjuang bersama-sama dalam pemilihan umum Bupati dan Wabup
periode 2006-2011, serta banyak hal yang menjadi inspirasi dari almarhum,"
sebut Gaghana.
Ungkapan belasungkawa disampaikan Wakil Ketua DPRD Sangihe Michael
Thungari. Dia mengapresiasi pengabdian Bu Winsu untuk Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI), Provinsi Sulut, khususnya Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kiranya
keluarga sebagai pemangku duka diberikan penghiburan dari Tuhan.
"Turut berduka cita atas meninggalnya mantan Bupati sangihe yang
juga anggota DPRD Provinsi Sulut Bapak Winsulangi Salindeho. Kita kehilangan
salah satu bupati terbaik yang pernah dimiliki daerah ini, yang juga kebanggaan
masyarakat Nusa Utara. Semoga amal dan budi baik beliau diterima Tuhan Yang
Maha Kuasa dan keluarga yang di
tinggalkan senantiasa diberikan penghiburan," tulis Thungari di akun
Facebooknya, dikutip Minggu (15/8).
Tokoh Masyarakat Sangihe Bennyfacius Sasiang, juga menyampaikan turut
berdukacita atas kepergian mantan Bupati Sangihe itu. “Keluarga Sasiang-Angow turut
berdukacita atas meninggalnya Bu Winsulangi Salindeho. Baru hari Minggu lalu
ada komunikasi dengan beliau. Hari ini dengar beliau telah berpulang untuk
selamanya. Semoga keluarga yang ditinggalkan mendapat kekuatan dari Tuhan. Kenangan
terakhir waktu beliau datang beberapa bulan lalu sempat singgah di rumah dan
Bensa mendampingi beliau mengantarkan bantuan untuk beberapa rumah tangga di
Tabukan Utara," ujarnya.
Terpisah, Direktur RSUD Liun Kendage Tahuna dr Handry Pasandaran juga
mengucapkan turut berdukacita. Berharga di mata Tuhan kematian semua orang yang
dikasihi-Nya. "Kami atas nama pribadi dan keluarga, serta keluarga besar RSUD
Liun Kendage Tahuna menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya bapak Drs
Winsulangi Salindeho. Terima kasih atas seluruh budi baik dan pengabdianmu buat
masyarakat. Kiranya Tuhan Yesus memberi kekuatan dan penghiburan buat Ibu Pdt
Meiva, seluruh anak-anak dan keluarga besar. Selamat jalan Bu. Sampai bertemu
di Yerusalem Baru," lugas Pasandaran.
GOLKAR
BERDUKA
Almarhum Winsulangi Salindeho merupakan anggota DPRD Sulut dari Partai
Golongan Karya (Golkar). Kiprah dan kekaryaan politisi senior di partai
berlambang pohon beringin ini, mendapat pengakuan.
Demikian Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sulut, Raski Mokodompit. Menurut
dia, Winsulangi adalah sosok dan tokoh senior serta selalu menjadi teladan buat
mereka. Baginya, sosok Bu Winsu bisa dibilang pelayan rakyat yang sesungguhnya.
"Bu Winsu adalah politisi serta mantan birokrat handal yang saat ini
menjabat sebagai Anggota DPRD Sulut. Dalam setiap tugasnya sangat disiplin
serta selalu mengutamakan kepentingan rakyat. Dalam kesempatan paripurna
almarhum sering sekali melakukan interupsi untuk menyampaikan aspirasi rakyat
khususnya dari Kepulauan Nusa Utara," ungkap Raski.
Sebagai Ketua Bapemperda, Bu Winsu dinilai sebagai sosok yang selalu
mendorong agar DPRD menghasilkan Perda Inisiatif. Sudah terbukti di bawah
kepemimpinannya Perda Fakir Miskin dan anak terlantar akhirnya ditetapkan
menjadi Perda inisiatif DPRD. Selain itu, saat ini juga sedang dalam pembahasan
adalah Ranperda Pengendalian Sampah Plastik dan Ranperda Perlindungan dan Pemberdayaan
Penyandang Disabilitas.
"Fraksi Partai Golkar dan masyarakat Sulawesi Utara merasa sangat
kehilangan kepergian Bu Winsu. Dia adalah sosok panutan dan teladan bagi kami.
Putra terbaik Bangsa asal Nusa Utara dan putra terbaik keluarga besar partai
Golkar. Atas nama Ketua Ibu Tetty Paruntu sebagai Ketua DPD (Dewan Pimpinan
Daerah) Golkar Sulut serta atas nama Fraksi Partai Golkar, kami sampaikan turut
berdukacita dan semoga keluarga diberi kekuatan," kuncinya.(christian abdul/jos tumimbang/arfin
tompodung)












































Komentar