Foto: Toni Supit
Angka Kemiskinan di Sulut Menurun, Deprov Apresiasi Kinerja ODSK
Manado, MS
Perubahan besar pembangunan daerah di Sulawesi Utara (Sulut), terus menjadi pergunjingan warga. Bukti kinerja Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur (wagub) Steven Kandouw, pun diberi apresiasi kalangan legislator. Turunnya angka kemisikan jadi penyebab apresiasi dilayangkan para penghuni Gedung Cengkih Sulut.
Anggota DPRD Sulut Toni Supit menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada kinerja Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw atas prestasi yang dicapai. “Kami mengapresiasi kinerja gubernur dan wagub atas prestasi terkait penurunan angka kemiskinan dan pengangguran. Turunnya angka kemisikinan dan pengangguran ini tentu mengindikasikan adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat di Sulut,” ungkap Supit dalam Rapat Pembahasan Pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulut tahun 2020.
Selain itu, terkait sistem integrasi pengelolaan penagihan dari kendaraan bermotor di tahun 2021 berdasar penjelasan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulut, Edwin Silangen, dirinya turut memberikan dukungan. “Sebab nantinya peluang kenaikan peraihan PAD (Pendapatan Asli Daerah, red) akan signifikan,” beber politisi asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.
Selanjutnya, dia memberikan tanggapanya terkait masalah dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Menurutnya, yang menjadi catatan khusus pihak auditor eksternal bukan dikarenakan masalah dugaan korupsi melainkan terkait masalah administrasi saja. “Catatan khusus BPK RI (Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, red), bukan karena adanya penyelewengan dana, namun hanya keterlambatan pelaporan,” tutur wakil rakyat asal Daerah Pemilihan Nusa Utara itu.
“Selanjutnya, ada juga keterlambatan penyelesaian
pekerjaan fisik. Tapi ini ada banyak poinnya. Mungkin juga karena dana PEN
(Pemulihan Ekonomi Nasional, red) agak terlambat masuknya sehingga terlambat
juga realisasi pekerjaan sehingga timbul catatan hingga TGR (Tunjangan Ganti
Rugi, red),” pungkas Supit. (arfin tompodung)












































Komentar