Foto: Steven OE Kandouw
Sulut ‘Keroyokan’ Perangi Stunting
BUMI Nyiur Melambai menyatu. Persoalan stunting diseriusi. Pemerintah kabupaten dan kota dipacu mengatasi masalah kurang gizi kronis itu. Gerak penanganan digedor.
Itu mengemuka pada rapat koordinasi dan evakuasi (rakorev) Penanganan stunting di Manado, Rabu (2/6) kemarin.
Diakui Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Utara (Sulut) Drs Steven OE Kandouw, pencegahan terhadap stunting sangat penting. Makanya, seluruh kabupaten/kota harus sama-sama memerangi gizi buruk
Lebih lanjut, Wagub memuji Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), karena menjadi juara nasional soal penanganan stunting. "Ini jadi prime mover untuk kabupaten kota lainnya di Sulawesi Utara,” ujar Wagub menyemangati Bupati dan Walikota yang hadir pada rakorev.
Dia pun meyakini kepala daerah yang baru akan melahirkan strategi jitu dalam penanganan stunting, sehingga Sulut akan menjadi juara satu. "Ini satu hal yang perlu jadi keroyokan kita bersama," pinta Kandouw, saat membuka kegiatan.
Sebelumnya, Kepala Bappeda Sulut Dra Jenny Karouw mengatakan, keseriusan dan intervensi pemerintah daerah dalam penurunan kasus stunting sangat dibutuhkan. Pemerintah harus memberikan perhatian khusus. "Jadi yang bukan lokasi khusus upayanya biasa saja, sehingga ada penurunan tapi kecil. Lambat dibanding daerah yang mendapat perhatian khusus," paparnya.
"Seperti di Kabupaten Bolmut itu secara provinsi termasuk terbaik karena mampu turunkan 43 persen menjadi 9 persen. Jadi cukup drastis penurunannya," sambung dia.
Sementara di Kota Tomohon, angka stuntingnya relatif rendah. Tetapi, terjadi peningkatan karena pertambahan stunting tahun ke tahun. "Jadi jangan merasa puas dari yang tidak tinggi, tetapi ada potensi pertambahan dari tahun ke tahun," imbaunya.
“Begitu juga dengan Bolmong angkanya turun. Minut juga lebih rendah. Jadi margin itu agak besar. Dan untuk Kota Manado sendiri masih ada penanganan yang serius. Karena masalah sosial, banyak kasus kelahiran anak di luar pernikahan. Kemudian masalah sanitasi lingkungan," urainya
Selanjutnya, soal integrasi pembiayaan diharapkan mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. “Kerahkan dandes, misalnya membangun jamban masyarakat. Ada yang secara komunal, artinya bangun wc umum,” paparnya.
Masih Karouw, karena ini program nasional dan target Indonesia akan zero persen terhadap stunting, maka semua kabupaten kota harus memberikan perhatian khusus.
“Kami memberikan apresiasi untuk pelaporan kabupaten kota terkait stunting, apalagi progres signifikan penurunan stunting posisi tahun 2020 semuanya relatif kecil,” kuncinya.
Di akhir rakorev, Wagub dan undangan meninjau stand dan dilanjutkan dengan paparan dari bupati dan walikota.(sonny dinar)












































Komentar