Deprov Desak Dana PEN ‘Sentuh’ Buruh Harian

Komisi III Hearing Dinas PUPR


Manado, MS

Arus desakan datang dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut). Mereka meminta pengelolaan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dapat menyentuh langsung ke masyarakat. Rakyat diharapkan bisa mendapat pekerjaan lewat realisasi anggaran tersebut

Dorongan itu mencuat saat Komisi III DPRD Sulut menggelar hearing dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Sulut, Selasa (1/5), di ruang rapat Komisi III DPRD Sulut. Sekretaris Komisi III DPRD Sulut, Yongkie Limen menyampaikan, dirinya berharap dana PEN itu bisa membuka peluang kerja untuk masyarakat. Terutama bagi buruh harian. "Baru nama dana Pemulihan Ekonomi Nasional, jadi saya rasa pak gubernur akan mendukung jika ini untuk masyarakat," ungkap Limen, saat hearing.

Apabila masyarakat mendapat bagian langsung dari dana PEN ini, maka banyak yang akan mendapat pekerjaan. Kepala rumah tangga nantinya bisa menyekolahkan anak karena ada pekerjaan. "Jangan sampai yang kaya dari dana PEN ini orang-orang itu saja tapi masyarakat tidak dapat apa-apa. Kita harapkan semua kepala daerah agar dana PEN ini juga diprioritaskan untuk masyarakat kecil minimal 50 atau 40 persen dari dana itu untuk masyarakat. Ada pekerja harian. Kan dana PEN itu untuk mengatasi masyarakat yang mengalami masalah ekonomi karena pandemi Covid-19," tegas Yongkie anggota dewan provinsi (Deprov) dari Partai Golongan Karya (Golkar) dalam rapat yang dihadiri Kepala Dinas PUPR, Adolf Tumengkel.

Senada disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPRD Sulut, Stella Runtuwene. Politisi personil Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini menegaskan, dana PEN memang benar peruntukkannya bagi  pemulihan ekonomi nasional. Makanya anggaran itu harus menyentuh langsung masyarakat karena terdampak Covid-19. "Maka kita mempekerjakan juga masyarakat setempat. Supaya lebih kena sasaran. Daripada memberikan pekerjaan itu ke kontraktor-kontraktor besar. Dana PEN itu juga kan masih pinjaman untuk pemulihan ekonomi nasional. Jangan mereka-mereka saja yang menikmatinya tapi masyarakat kecil tidak tersentuh. Entah itu buat saluran air atau apa, itu akan langsung tepat sasaran," ujar wakil rakyat daerah pemilihan Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara tersebut.

Tumengkel saat dimintai keterangan menyampaikan, untuk padat karya diakuinya memang ada pekerjaan-pekerjaan minor dari dana PEN. Begitu pula menurutnya dengan pembuatan-pembuatan irigasi. "Ini melibatkan masyarakat setempat. Irigasi paling banyak ada di Bolmong (Bolaang Mongondow)," ucapnya. (arfin tompodung)


Komentar

Populer Hari ini


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting