LOBI OD-SK, SULUT ‘DIGUYUR’ DANA HIBAH PEMERINTAH AMERIKA
Manado, MS
Roda pembangunan ekonomi di bumi Nyiur Melambai mulai berputar kencang. ‘Suntikan’ bantuan mengalir dari pemerintah pusat dan internasional. Terkini, Sulawesi Utara (Sulut) kecipratan dana hibah pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui program Compact-II oleh Millenium Challange Corporation (MCC).
Kabar bahagia itu dinilai memperkuat eksistensi Sulut di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Kondisi ekonomi jazirah utara yang sempat ‘babak-belur’, kini kans bersinar. Langkah pemulihan ekonomi daerah ikut terbantukan.
Informasi yang dirangkum media ini, dana hibah sekira triliunan rupiah dari negeri Paman Sam, menyasar usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan pembangunan infrastruktur. Selain Sulut, ada dua provinsi lainnya yang akan menerima, yakni Riau dan Sumatera Selatan (Sumsel).
“Ini karena lobi pak Gubernur Olly Dondokambey. Kita saat ini tengah menyusun proposal karena menjadi syarat untuk mendapatkan dana hibah tersebut,” aku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulut, Jenny Karouw, belum lama.
Dijelaskan Karouw, dana hibah tersebut dari pemerintah AS melalui program Compact-II oleh Millenium Challange Corporation. “Dana hibahnya sangat besar. Kita berpeluang dapat sekitar Rp2 triliun,” terangnya.
Lanjutnya, pembuatan proposal syaratnya harus mendukung perekonomian daerah. “Kita sudah memilih sejumlah proyek seperti membangun gudang pendingin, pasar induk dan infrastruktur pendukung perekonomian lainnya,” beber dia.
Masih terkait pemanfaatan bantuan, Karouw juga mengakui, pembangunan gudang pendingin memang menjadi salah satu kebutuhan. Sebab, gudang pendingin bisa dimanfaatkan para pedagang untuk menyimpan sementara jualannya agar tidak busuk atau rusak. “Begitu juga pasar induk yang rencananya akan dibangun di Kota Manado. Nah, dengan adanya pasar induk pemerintah bisa intervensi jika ada harga jual komiditas yang tidak wajar di lapangan,” tandasnya.
Selanjutnya, ia menambahkan, pembangunan jembatan penghubung Pulau Karakelang-Salibabu di Kabupaten Talaud, juga menjadi salah satu proyek yang direncanakan. “Pembangunan jembatan tersebut tujuannya untuk meningkatkan perekonomian di daerah perbatasan, termasuk proyek jalan lingkar di pulau tersebut,” lugas Karouw.
DPRD APRESIASI OD-SK
Publik Nyiur Melambai sumringah. Kabar adanya bantuan dana hibah dari pemerintah AS, jadi pemantik. Apresiasi disematkan kepada Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur (Wagub) Steven Kandouw, karena dinilai mampu melobi pemerintah pusat sehingga Sulut kecipratan dana yang bersumber dari Millenium Challange Corporation itu.
Demikian Anggota Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, Arthur Kotambunan, Minggu (30/5). Politisi vokal Gedung Cengkih ini membenarkan informasi terkait dana hibah tersebut. Berdasarkan kabar yang didengarnya, dana itu untuk pemulihan ekonomi di Sulut, khususnya Usaha Mikro Kecil Menengah.
"Yang saya tahu itu masih diurus di pemerintah pusat dan akan diberikan ke usaha mikro kecil. Kalau sudah akan didata UMKM," ujar Kotambunan.
“Dari informasi kalo tidak salah, Sulut akan mendapat sekitar Rp1,7 triliun. Kalau 1,7 triliun maka lumayan itu," sembur anggota dewan provinsi (Deprov) daerah pemilihan Kota Manado ini.
Selanjutnya, menurut dia, proses pencairan dana tersebut akan sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku. "Yang pasti itu sangat membantu dan Sulut menjadi prioritas. Salut kepada pemerintah provinsi Sulut karena ini berkat lobi pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw atau OD-SK. Ini masih diupayakan di Bappenas kita tunggu saja," kunci politisi PDIP ini.
Sementara itu, pengamat pemerintahan dan hukum Rolly WD Toreh SH beranggapan, jika bantuan dana hibah itu terealisasi, akan menopang gerakpemulihan ekonomi di Sulut. Menurutnya, bantuan dari pemerintah AS melalui MCC bisa memberikan kontribusi besar bagi daerah. “Saya kira ini patut kita syukuri. Dana lebih dari 1 triliun rupiah ini akan sangat membantu gerak pembangunan infrastruktur di Sulut yang kurun satu tahun ini tidak kentara lantaran pemerintah fokus menangani Covid-19,” ujar Toreh.
Padahal sebagai masyarakat, juga membutuhkan terpenuhinya fasilitas-fasilitas penunjang seperti jalan dan infrastruktur lainnya. “Begitu juga dengan UMKM yang setahun lebih ini terdampak Covid-19. Sudah tepat jika industri-industri kecil tersebut mendapat sentuhan dari pemerintah, itu akan mendorong mereka untuk bangkit dan bertahan di tengah pandemi,” tuturnya.
“Sebagai masyarakat, tentu berterima kasih kepada Pak Gubernur dan Wagub yang sudah memperjuangkan itu,” lugasnya.
MENTERI PPN: BANTU UMKM DAN INFRASTRUKTUR
Bantuan dana hibah dari pemerintah AS bagi Sulut, dibenarkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. Dia menyebut tiga provinsi akan mendapatkan dana hibah sekitar Rp4 triliun dari Millenium Challenge Corporation, AS. Dana itu diperuntukkan bagi beberapa program pembangunan.
Tiga provinsi yang mendapatkan dana hibah dari MCC yakni Riau, Sumatera Selatan dan Sulawesi Utara. "Dana ini diperuntukkan untuk membantu UMKM dan infrastruktur. Dalam rangka membangun ekonomi hijau. Nah, salah satunya Riau yang masuk kriteria untuk mendapatkan dana ini," ucap Suharso di Pekanbaru, Provinsi Riau, Sabtu (29/5) pekan lalu.
Suharso menyebut dana hibah dari MCC AS yang dialokasikan untuk ketiga provinsi itu totalnya Rp4 triliun lebih. Provinsi Riau akan mendapatkan Rp1,7 triliun.
Hal itu disampaikan Suharso menjawab Gubernur Riau Syamsuar yang menanyakan tentang dana hibah ini. "Tentu saya apresiasi keseriusan Pemprov Riau mendapatkan dana ini sehingga masuk kriteria untuk diberikan dana hibah," ucapnya dikutip dari merdeka.com.
Dana hibah ini rencananya dikucurkan untuk pembangunan jalan, pengembangan kawasan industri, hilirisasi sawit, serta pengembangan pertanian. "Dana hibah MCC ini difokuskan untuk pembangunan infrastruktur dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan," ujar dia.(merdeka/sonny/arfin)












































Komentar