Nasdem Sulut Kans Bongkar Formasi


Manado, MS

Wacana perombakan struktur pengurus berhembus di tubuh Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Sulawesi Utara (Sulut). Bulan Agustus nanti ‘bongkar’ posisi besar-besaran kans dilakukan. Utamanya ketika target-target partai tidak tercapai.

Hal tersebut ditegaskan Felly Estelita Runtuwene salah satu Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem. Menurutnya Partai Nasdem akan melakukan peremajaan dan perubahan struktur. Ini dibicarakan dalam rapat koordinasi wilayah (Rakorwil). Dengan demikian akan dilihat dari target-target yang sudah diberikan oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) itu sendiri maupun kabupaten kota.

"Jadi paling terakhir bulan Agustus itu tentu akan ada perombakan besar-besaran ketika target-target yang diberikan tidak tercapai," ujar Runtuwene saat Rakorwil Partai Nasdem Sulut yang dilaksanakan pada tanggal 26-27 Mei 2021, di Grand Kawanua Convention Hall Manado.

Ketua Komisi IX DPR-RI ini mengatakan, rakorwil adalah rapat rutin partai yang bertujuan agar DPP Nasdem mengetahui perkembangan terkini dan mendapatkan gambaran secara utuh di setiap kabupaten kota.

"Kemudian menyemangati kader partai karena sudah melewati Pilkada di ujung akhir tahun lalu dan ada hal-hal yang akan dibicarakan bagaimana di 2024 kita bisa eksis," kata Runtuwene, Rabu (26/5) di selah-selah kegiatan Rakorwil Nasdem.

"Ini kan sebetulnya bukan target sekarang ini, sebetulnya dari pekerjaan lama. Pekerjaan rumah yang dari waktu ke waktu yang disampaikan tapi beberapa pimpinan tentunya terlalu terlena dengan situasi dan tentunya ada punishment. Dalam Nasdem Sulut sudah ada empat DPD yang di refresh, tapi Agustus itu akan ada refresh besar-besaran," sambungnya.

Lebih lanjut, kinerja anggota DPRD dari partai Nasdem sudah di foto semuanya karena berbicara keberhasilan dari partai politik adalah keberhasilan secara utuh. Jadi, anggota DPRD itu sendiri bagaimana pendekatan kepada masyarakat. Apa yang masyarakat percayakan di pundak mereka kemudian dia tidak mampu jalankan itu berarti ke depan dia tidak akan berhasil.

"Karena kami dari pimpinan pusat memfoto sampai ke area personal anggota DPRD itu sendiri apa yang dia sudah lakukan, bagaimana dia pendekatan apakah nanti lima tahun sekali dia mencari lagi, kan tidak seperti itu," ujarnya.

Menurutnya, kesuksesan dari satu organisasi bukan berarti capaian-capaian yang diberikan misalkan di provinsi harus sembilan kursi, bukan berarti ke depan sembilan kursi atau tambah satu kursi menjadi sepuluh kursi tapi orangnya berganti semua, itu tidak sukses partai politik ketika berganti orang artinya orang sudah ada kemudian dia sudah tidak duduk kembali artinya tidak ada kepercayaan dari masyarakat berarti itu gagal.

"Jadi kami melaksanakan rakorwil justru hal-hal seperti detail itu kami sampaikan karena sekali lagi keberhasilan itu bukan menambah-nambah kursi tapi sudah berganti orang artinya dia tidak mempertahankan kader-kader yang sudah ada, sampai ke hal-hal yang sedetail itu dalam rakorwil," tandasnya. (arfin tompodung)

 


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors