195 Tahun Sekali, ‘Super Blood Moon’ Hadir di Sulut


WARGA Nyiur Melambai takjub. Fenomena langka gerhana bulan total, menghiasi angkasa Sulawesi Utara (Sulut). Super Blood Moon atau bulan merah super yang terjadi 195 tahun sekali itu, mulai terlihat sejak Rabu (26/5) petang.

Kepada media ini, sejumlah warga di beberapa tempat di Sulut mengaku terpukau dengan fenomena alam tersebut. Apalagi, langit dalam kondisi cerah. “Tentu kejadian ini sangat luar biasa. Tidak bisa dilewatkan karena terjadi dalam 195 tahun sekali,” aku Lendy Rawung, warga Tondano, kemarin.

Hal senada dikatakan Steny Rangian, warga Kota Tomohon. Dia mengaku menyaksikan setiap detik peristiwa bulan berada di jarak terdekatnya dengan bumi itu. Gerhana bulan total ini, menurut dia, adalah kejadian langkah. “Jika terjadi 195 tahun sekali, itu artinya kemungkinan hanya akan dilihat satu kali saja dengan rata-rata umur manusia. Sayang dilewatkan,” ucapnya.

Senada dikatakan Fransesca, salah satu ibu rumah tangga di Kota Manado. Gerhana bulan total yang terlihat dari Kota Manado, sangat memesona. “Sayang dilewatkan karena hanya berlangsung sekitar 14 menit lebih. Saya yakin ini karena kebesaran Tuhan di tengah perayaan Hari Waisak,” ucapnya.

Fenomena Super Blood Moon langsung viral. Media sosial dipenuhi tulisan terkait gerhana yang dinilai istimewa.

Dikutip dari detik.com, Super Blood Moon di Manado telah memasuki fase U2 (menuju puncak) pada pukul 17.56 WITA. Pada waktu tersebut bulan memang belum terlihat bulat sepenuhnya. Pada pukul 19.13 WITA penampakan Super Blood Moon di Manado semakin berwarna kemerahan. Fenomena alam langka ini hanya seratusan tahun sekali. Tapi durasinya sangat singkat. Momen 14 menit 30 detik ini hanya terjadi 195 tahun sekali.

Memang ada gerhana bulan-gerhana bulan lain yang juga bisa terjadi tanpa menunggu seratusan tahun, namun posisi spesifiknya tak akan seperti saat ini, yakni beriringan dengan terjadinya perige, yakni bulan berada di jarak terdekatnya dengan bumi, bukan apoge (jarak terjauh bulan pada bumi). Posisi perige itulah yang bikin gerhana bulan total kali ini spesial. Lebar sudut bakal lebih besar 13,77% dibandingkan dengan ketika berada pada titik terjauhnya (apoge), lebih cemerlang 15,6 persen dibanding rata-rata, dan lebih terang 29,1 persen dibandingkan dengan ketika apoge.

Gerhana bulan total ini disebut sebagai Super Blood Moon atau Bulan Merah Super karena penampilannya bakal tampak merah. Warna tersebut berasal dari pembiasan cahaya matahari oleh lapisan atmosfer bumi.(detik/tim ms)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting