Foto: Herson Mayulu
Survei: H2M Perkasa di BMR
PESONA Haji Herson Mayulu (H2M) di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR), bersinar. Posisi salah satu kontestan ‘pemburu’ kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ini, terus menuai simpati masyarakat. Potensi H2M menuju kompleks parlemen Senayan terbuka lebar.
Itu merujuk hasil survei Center for Alternative Policy (CAP). Calon legislatif (Caleg) DPR-RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, unggul 42.24 persen di 5 kabupaten dan kota di Bumi Totabuan. Hasil survei ini dipresentasikan di hadapan pengunjung Kafe Kopi Korot, Minggu (11/11) malam.
Dijelaskan Direktur CAP Pitres Sombowadile, hasil survei CAP merupakan sebuah gambaran bukan hasil mutlak dalam mengukur sejauh mana elektoral partai politik (parpol) dan calon anggota DPR-RI. Dia menjelaskan, unggulnya mantan Bupati Bolsel dua periode itu, karena sejak dua tahun, Om Oku sapaan akrab H2M, sudah bekerja dan bersosialisasi maju ke DPR-RI di lima daerah di BMR.
Kata dia, metodologi sampling yang diambil di lima kabupaten kota ini melalui multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dengan jumlah 600 responden margin error 4.1 persen. “Pengambilan data melalui wawancara langsung dengan kuesioner 45 pertanyaan, 9 pertanyaan data responden dan 36 bahan inti survei prilaku pemilih BMR jelang Pemilu 2019,” jelasnya.
Selain H2M, ada juga nama Caleg dari Partai Golkar yakni Djelantik Mokodompit dengan perolehan 16.19 persen. Djelantik disusul Kamran Mochtar Podomi dari Partai Nasdem dengan perolehan 8.01 persen. Selanjutnya, Benny Rhamdani dari Partai Hanura dengan 4.67 persen.
PDIP, kata Pitres, masih menjadi partai pilihan di BMR. Dari hasil survei, partai besutan Megawati Soekarnoputri ini disukai 39.23 persen.
Hasil wawancara selama survei, Hi Herson Mayulu salah satu Caleg yang dinilai mampu membawa aspirasi masyarakat BMR. “Karena selain dikenal, Ketua DPC PDIP itu juga diterima disemua kalangan. Pak Herson sudah dua tahun turun ke sejumlah wilayah. Bukan hanya di BMR, tapi turun di sejumlah daerah seperti Minahasa, Bitung, Manado hingga Kepulauan Sangihe,” paparnya.
Sedangkan, elektabilitas partai pilihan ke DPRD Provinsi PDIP 31.05 persen. Angka ini sangat terpaut jauh dari partai lainnya. Seperti 7.52 persen, Nasdem 7.31 persen, Gerindra, PAN dan PKB berada diposisi 4 sekian persen. Untuk Demokrat, PKS, PPP hanya 2 persen lebih. Sekira 36.03 persen, kata Pitres, belum menentukan pilihan.
Ia pun menjelaskan, untuk hasil survei Caleg tingat DPRD Provinsi Dapil BMR, ada tiga figur yang berada di posisi teratas. Adalah Hj Muslimah Mongilong 10.52 persen, Rocky Wowor 3.34 persen dan Jems Tuuk 1.84 persen. Selain itu ada Yusrah Alhabsy dari PKB 3.17 persen, Rasky Mokodompit dari Golkar 1.84 persen serta Caleg pendatang baru dari PAN yakni Tedy Pontoh berada di 2.84 persen. Ada 59.77 persen yang belum menentukan sikap.
Survei ini dilakukan mulai 2 hingga 24 Oktober yang diverifikasi data pada 26 hingga 30 Oktober. Selama survei Oktober, PDIP unggul 28.21 persen dari beberapa Parpol lainnya. Disusul Partai Nasdem 10.02 persen, Golkar 9.35 persen. Sedangkan PKB berada di 6.18 persen, PPP 4.17 persen yang disusul Partai Demokrat, Gerindra dan PAN yang hanya bertengker di 2 hingga 3 persen. Disisi lain, 23.71 persen belum menentukan sikap. “Survei tersebut diambil berdasarkan metodologi sampling dengan multistage random dengan tingkat kepercayaan 95 persen dengan 600 responden margin error 4.1 persen, dengan pengambilan data wawancara langsung dengan kuesioner 45 pertanyaan,” jelas Pitres.
Kendati demikian, angka ini masih akan berubah tergantung dengan kerja parpol dan kerja caleg itu sendiri. Selain elektoral parpol, hasil survey CAP juga menunjukan tingginya warga di BMR yang belum menentukan sikap untuk Caleg DPD RI yakni 67.6 persen. Sedangkan untuk Pilpres masih diungguli oleh Capres nomor urut 1 yakni Joko Widodo – Amin Ma’ruf. Pasangan Jokowi-Amin di BMR menurut Pitres akan mencapai angka tertinggi di wilayah BMR yakni 53.09 persen. Angka tersebut karena belum semua partai pendukung Jokowi-Amin sepenuhnya berada di belakang Jokowi-Amin. Karena potensi akumulasi suara partai pendukungnya mestinya di atas 70 persen. “Untuk calon DPD RI Cherish Harriatte Mokoagow menempati posisi 14.5 persen yang disusul Syahrial Damopolii 9.1 persen dan Muhamad Salim Landjar 4.3 persen,” kuncinya.(tim ms)















































Komentar