Foto: BPBD Bolmong melakukan assesment bersama anggota DPRD serta pemerintah desa di lokasi Abrasi yang merusak bagian rumah warga. Foto lain, ilustrasi gelombang tinggi.(Foto.Ist)
Abrasi Hancurkan 105 Rumah di Desa Motabang
Warga Cemas, BPBD Lakukan Assesment Untuk Penanganan
Laporan : Yadi MOKOAGOW
CUACA ekstrim dengan peningkatan intensitas hujan akhir pekan lalu telah berdampak buruk. Sekira 105 rumah di pesisir Pantai Bungin, Desa Motabang, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) rusak diterjang gelombang laut tinggi.
Untuk diketahui, kerusakan yang terjadi dikategorikan berat, sedang dan ringan. Rata-rata kerusakan berat, paling banyak di bagian dapur yang hancur dihantam abrasi.
Hal ini diungkapkan Sangadi Motabang, Ismail Dilapanga, Selasa (19/1). “Berdasarkan data yang ada, kerusakan rumah, tergolong berat dan ringan. Jumlah rumah yang terdampak sebanyak 105 unit yang dihuni 121 kepala keluarga,” ungkap Ismail.
Dia membeberkan, ada 5 rumah yang rusak berat. Adalah milik Husaini Mangadil, Ijai Mamonto, Jalimin Paputungan, Jemi Tangahu dan Sait Mokodompit. Sedangkan 4 rumah rusak ringan, yakni milik Majid Mamonto, Hasim Ambaru, Agus Dalonto dan Sutami Paputungan. “Kebanyakan hanya rusak ringan,” beber Ismail.
Warga yang tinggal di pesisir pun mengaku cemas. Sebab, kondisi rumah mereka sudah diterjang ombak dua hari terakhir ini. Menurut warga, ketinggian ombak mencapai 5 meter. Warga pun berharap, ada tindakan dari pemerintah. “Setidaknya, kalau sudah ada pemecah ombak, tentu akan berguna. Itu akan mengurangi kencangnya ombak,” kata warga setempat.
Ancaman abrasi di pesisir pantai Desa Motabang semakin parah sejak empat tahun terakhir. Bahkan, air laut sempat naik dan masuk ke rumah warga. Tahun ini, masalah yang sama terjadi lagi.
Informasi yang diperoleh, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmong sudah turun lapangan guna melakukan assesment untuk penanganan.
Terpisah, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bolmong, Supandri Damogalad yang turun langsung di lokasi bencana meminta, pemerintah hendaknya menyeriusi persoalan ini. Katanya, harus ada solusi untuk jangka pendek atau panjang. “Jangka pendeknya, mungkin dibuat penahan sementara. Jangka panjangnya, bisa dibuat tanggul,” pinta Supandri yang juga legislator dari daerah pemilihan (Dapil) Lolak.(*)













































Komentar