Bencana Manado, AMDAL Hingga Pemecah Ombak Jadi Fokus


Manado, MS

Ibu kota Nyiur Melambai babak belur. Cuaca ekstrem yang menyulut terjadinya gelombang tinggi pada Sabtu hingga Minggu (16-17/1), telah menghantam sejumlah wilayah strategis di Kota Manado. Antara lain, kawasan bisnis terkemuka di pesisir pantai Kota Tinutuan.

Misalnya kawasan Mantos dan Mega Mas. Kondisi mencekam sempat terjadi di dua pusat perekonomian tersebut. Buntut cuaca buruk, sejumlah kios jajanan serta tembok di sekitarnya hancur diterjang ombak. Begitu pun dengan perahu nelayan yang harus rusak parah karena terhempas ke daratan. Fenomena bencana ini bukan hanya terjadi di pesisir pantai. Sejumlah tempat di Kota Doa diterjang banjir dan tanah longsor. Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 6 orang meninggal akibat banjir dan tanah longsor di Kota Manado.

Kondisi itu memantik perhatian berbagai kalangan masyarakat. Sederet saran guna mengantisipasi gelombang tinggi tercetus. Salah satunya wacana pembuatan pemecah ombak.

Hal itu ditanggapi Ketua Komisi III Bidang Pembangunan Jones Makawata SE. Dia menyampaikan, kalau itu bisa menjadi pemikiran ke depan. "Kalau memang diizinkan, ini akan diberitahukan ke Pemkot Manado terlebih ke pemerintahan yang baru nanti," terang Makawata.

Lanjut dia, terdapat kelayakan jika akan dibuat. Pasalnya, banyak lokasi usaha warga berada tepat di bibir pantai. “Jika sifatnya urgen mengapa tidak dibuat. Apalagi kejadian gelombang tinggi selalu datang tiap awal tahun,” bebernya.

Meski begitu, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menilai jika mereka juga perlu mendapat usulan dari masyarakat

Terpisah, pakar Arsitektur Lingkungan Perkotaan Dr Veronica Kumurur menuturkan, ada risiko suatu kawasan dibangun berada di tepi pantai. Menurutnya, seharusnya terdapat hal-hal krusial yang harus diperhitungkannya. Itu adalah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Menurut dia, gelombang pasang yang tinggi harus diprediksi dan dianalisis dalam dokumen AMDAL. "Sebuah usulan begini bagi pengusaha untuk tidak membangun bangunan yang mengumpulkan banyak orang di tepian pantai," ungkapnya.(devy kumaat)


Komentar