Foto: Anggota DPRD Sulut Melky Pangemanan saat reses di Kelurahan Tanjung Merah.
Pembangunan Tol Jangan Korbankan Mata Air ‘Aer Ujang’
Minut, MS
Polemik lingkungan hidup di balik pembangunan jalan tol kembali terangkat. Penolakan keras kembali datang dari masyarakat Kelurahan Tanjung Merah, Bitung. Mereka meminta agar pembangunan tersebut tidak mengorbankan keberadaan mata air Aer Ujang.
Sorotan itu disuarakan warga di sela reses Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), Melky Jakhin Pangemanan di Kelurahan Tanjung Merah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung. "Pembangunan jalan tol agar tetap memperhatikan aset budaya dan pariwisata, khususnya terkait potensi wisata Aer Ujang," ungkap Ferdinand Wonte warga setempat.
Harapannya pengerjaan mega proyek dari pemerintah pusat itu bisa digeser. Dengan demikian eksistensi mata air Aer Ujang bisa tetap lestari. "Diharapkan pembangunan jalan tol tidak merusak lokasi Aer Ujang dan seharusnya digeser titik pembangunannya," tegasnya.
Selain itu ia juga menyampaikan tentang persoalan seputar Bantuan Presiden (Banpres) Produktif usaha mikro kecil menengah (UMKM). Sampai hari ini dinilai tidak jelas penyalurannya. "Apakah masih berlaku, sampai kapan program ini dilaksanakan, dan bagaimana sebenarnya mekanisme pencairannya," ungkap Ferdinand.
"Karena sampai saat ini banyak yang mengeluhkan sudah bolak-balik ke bank tapi belum juga ada kejelasan padahal sudah lama mendaftarkan diri," kuncinya.
Merespon akan aspirasi masyarakat tersebut, MJP berjanji akan membawanya ke gedung DPRD. Sekaligus menyampaikannya kepada Pemerintah Provinsi Sulut. "Saya akan berjuang dan mengawal semua aspirasi yang masuk demi kepentingan masyarakat dan daerah," tegas MJP.
Dalam reses ini, selain menampung aspirasi dari warga masyarakat yang nantinya akan ditindaklanjuti ke pihak terkait, MJP juga menyampaikan laporan kerja sebagai wakil rakyat di DPRD Provinsi Sulut. (arfin tompodung)














































Komentar