Foto: Rapat koordinasi bersama membahas persiapan pertemuan AIS di Manado awal November mendatang.
Pejabat Tinggi Dari 46 Negara Akan Bertemu di Sulut
Peluang Promosikan Sektor Pariwisata
Laporan : Sonny DINAR
Pamor Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di tingkat nasional maupun internasional kian diakui. Nyiur Melambai kembali mendapat kehormatan sebagai tuan rumah penyelenggaraan iven berkelas dunia. Kali ini, pertemuan tingkat pejabat tinggi negara kepulauan dan negara pulau atau senior official meeting Archipelagic and Island States (AIS) akan dihelat di Manado, 1 sampai 2 November 2018 mendatang.
Rangkaian pertemuan tingkat pejabat senior AIS kedua ini akan diikuti 46 perwakilan negara untuk membahas sederet persoalan global, mulai dari sampah plastik laut, pengembangan ekonomi biru, adaptasi terhadap perubahan iklim, tata kelola pemerintahan yang baik, manajemen bencana, perikanan berkelanjutan hingga pertumbuhan ekonomi.
Gubernur Olly Dondokambey telah mengunstruksikan kepada jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut untuk menyukseskan kegiatan tersebut. Seluruh kesiapan pelaksanaan acara AIS dimatangkan dengan rapat koordinasi bersama, dipimpin langsung oleh Sekretaris Provinsi (Sekprov) Edwin Silangen, di Ruang Tumbelaka Kantor Gubernur, Selasa (23/10) kemarin.
Silangen mengatakan iven AIS yang akan dilaksanakan di Sulut bakal dihadiri 46 negara termasuk senior official dan duta besar dari negara-negara tersebut. "Mereka di sini akan melakukan diskusi dan deklarasi berkaitan dengan negara kepulauan," ungkap Sekpov.
Lebih jauh dikatakannya, akan ada deklarasi bersama yang dilakukan terkait konservasi di negara-negara kepulauan. "Deklarasi nanti akan ditandai dengan replantasi coral dan penanaman mangrove. Ini sangat penting untuk membawa pesan moral bahwa konservasi harus dapat bagian prioritas dalam pelaksanaan pembangunan yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia dan negara-negara yang akan hadir AIS ini," jelasnya.
Selain itu, Sekprov mengatakan kegiatan AIS ini dapat juga dimanfaatkan untuk mempromosikan sektor pariwisata Sulut. "Nantinya selain melaksanakan pertemuan, panitia akan mengantarkan para menteri ke sejumlah destinasi pariwisata yang berkaitan dengan kepulauan dan pegunungan sehingga pemerintah dan masyarakat Sulut sudah siap untuk melaksanakan iven ini," tuturnya.
Seluruh stakeholders diinstruksikan untuk mendukung penuh iven tersebut demi nama baik Sulut. "Kita harus tetap mempertahankan kondusifitas daerah yang sudah bagus aman dan terkendali, agar para peserta yang datang mengunjungi Sulut bisa menikmati perjalanan mereka," pungkasnya. (***)













































Komentar