Pasangan RISKI Positif, Protokol Pencegahan Covid-19 Longgar


Bolaang Uki, MS

Panggung Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) heboh. Hasil positif Covid-19 yang dinyatakan petugas medis terhadap pasangan calon Riston Mokoagow dan Selvia Van Gobel (RISKI) jadi penyebab. Imbasnya, kedua calon ini terpaksa absen saat proses pendaftaran calon di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bolsel, Sabtu (5/9). Dalam pendaftaran itu, RISKI hanya diwakili Tim Liaison Officer (LO) serta pimpinan partai pengusung.

Riston dan Selvia sendiri dinyatakan positif Covid-19 setelah dilakukan Swab Test di Manado. Kini keduanya sedang menjalani isolasi yang kabarnya dilakukan secara mandiri.

Di sisi lain, upaya pemerintah menerapkan New Normal dinilai telah membuat lemah pengawasan potensi penyebaran Virus Corona. Kinerja tim gugus tugas bahkan nampak mulai menciut, dimana prosedur penanganan pasien positif Covid-19 sudah diberikan kelonggaran pasca era tatanan kehidupan baru berlaku.

Itu terlihat jelas, kendati dua publik figur Bolsel tersebut dinyatakan positif terpapar virus corona, namun penanganan tim gugus tugas justru tidak sama seperti ketika era New Normal belum diberlakukan.

Informasi yang dirangkum, ada hal mencolok kini beredar di media sosial facebook. Dimana, akun facebook atas nama Audry Kurnia Pasambuna mengunggah, salah satu pasien yang baru dinyatakan positif Covid-19 Riston Mokoagow, sedang melayani tamunya tanpa memakai Alat Pelindung Diri (APD).

Hal ini pun sontak menyita perhatian LSM Kesehatan, Indonesian Hospital Watch (Inhotch) asuhan dr Fikri Suadu ini. Menurutnya, meski kedua pasien tersebut termasuk OTG, akan tetapi mereka termasuk golongan pasien positif, tentu harus mengikuti prosedur karantina mandiri pada umumnya.

“Kenapa dikatakan OTG, karena pasien tersebut tidak memperlihatkan gejala dan sistem imun dalam tubuh mereka masih mampu menyeimbangi virus dalam tubuh. Bahayanya, apabila pasien tersebut melakukan kontak dengan orang disekitarnya dan memiliki sistem imun di bawah rata-rata, tentu sangat membahayakan. Oleh karena itu, kami  meminta tim gugus tugas Bolsel sebaiknya memberikan perhatian khusus bagi pasien tersebut, jangan dibiarkan sebelum menyebar,”sentilnya.

Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bolsel, dr Sadly Mokodongan saat dikonfirmasi via selular (6/9) menyampaikan, dari aturan yang terbaru, penanganan pasien Covid-19 tanpa gejala, memang hanya di karantina di rumah. Namun wajib mengikuti prosedur seperti menggunakan APD, mengurangi kontak dengan orang rumah, pengunjung dan penjenguk tidak diizinkan sampai pasien benar-benar sehat dan hasil test negative serta beberapa prosedur mengikat lainnya. “Posisi tim gugus tugas disini hanya bisa mengimbau pasien untuk disiplin mengikuti protokol kesehatan semasa menjalani karantina. Jika dilanggar, tentu ada kewenangan bagi Satgas lain untuk melakukan penindakan, seperti pemerintah desa atau pihak kepolisian,” aku Sadly.

Terpisah, Juonenita R Tambun SKep, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit menular Dinas Kesehatan Bolsel saat dikonfirmasi mengaku, cukup menyayangkan setelah melihat foto yang beredar di Medsos, yang memperlihatkan pasien Covid-19 menerima tamu dan tak memakai APD. “Harusnya pasien positif tidak boleh menerima tamu. Kalaupun itu sifatnya penting, harus menggunakan masker dan APD lainnya. Apalagi sekarang pemerintah sudah mewajibkan masyarakat menggunakan masker,” tuturnya.

Sementara itu, Selviah van Gobel yang kini masih menjalani karantina pasca dinyatakan positif mengakui, jika dirinya hanya di karantina di kediamannya di Desa Toluaya Kecamatan Bolaang Uki. Diakuinya, kini dirinya masih disiplin menjalani protokol kesehatan yang dianjurkan oleh tim Gugus Tugas. “Keadaan saya saat ini Alhamdulillah sehat walafiat. Namun karena dinyatakan positif Covid-19, mau tidak mau harus menjalani proses karantina. Untuk terima tamu memang dilarang, kalo dorang mo datang, kang salah salah kita mo bilang jangan datang toh. Tapi kita terima dorang tetap sesuai prosedur kesehatan pakai masker dan jaga jarak,” ungkapnya. (Hendra Damopolii)


Komentar