KM sabuk Nusantara 109 Kandas di Area Pelabuhan Bukide

72 Penumpang Berhasil Dievakuasi


LAPORAN : CHRISTIAN ABDUL

Cuaca ekstrim melanda wilayah perairan Nusa Utara. Angin kencang disertai arus ganas dilaporkan kerap terjadi, membuat lalu lintas laut rawan. Kondisi itu seperti dialami Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 109. Kapal milik PT. PELNI itu dilaporkan kandas saat memasuki pelabuhan Bukide, Kecamatan Nusa Tabukan (Nustab), Kabupaten Kepulauan Sangihe, belum lama ini. Beruntung 72 penumpang bersama 19 kru kapal berhasil dievakuasi dengan selamat.

Sebagaimana Berita Acara (BA) Kapal Kandas yang disampaikan Nahkoda KM Sabuk Nusantara 109, Kapten Yosep Beni Moerdani menyatakan, kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan Lipang menuju pelabuhan Bukide pada pukul 21.00 wita. "Pada saat memasuki area pelabuhan Bukide, kapal mengalami kandas di koordinat 03’45’010"N/125’34.943E pada pukul 23.30 wita," ungkap Moerdani.

Kapal kandas itu, menurut dia, disebabkan oleh angin kencang yang bertiup dengan kecepatan 35 knot, disertai arus besar yang menyebabkan kapal terdorong ke wilayah perairan dangkal, tepat di titik koordinat. "Pada saat kapal mengalami kandas, kami telah melakukan upaya memasang tali haluan dan buritan ke dermaga Bukide serta melakukan penarikan menggunakan Capstan kapal,” tuturnya.

Upaya lain yang dilakukan kru kapal, lanjut Moerdani, yaitu melakukan sounding kedalaman air laut dengan hasil haluan kanan 2 meter, haluan kiri 2 meter, buritan kanan 2 meter, dan buritan kiri sedalam 2,5 meter. “Setelah melakukan semua upaya tersebut untuk keluar dari kandas selama 3 jam, namun kapal tidak berubah posisi," jelasnya.

Terpisah Badan SAR Nasional (Basarnas) melalui Kepala Kantor Basarnas Manado, Suhri Noster Norbertus Sinaga ketika menerima laporan bahwa telah terjadi kapal kandas, yaitu KM Sabuk Nusantara 109 berpenumpang 91 orang terdiri dari 72 penumpang dan 19 orang Anak Buah Kapal (ABK), langsung memerintahkan anggota Pos Tahuna UPT Basarnas Manado untuk bergerak cepat mengevakuasi penumpangnya.

"Proses evakuasi penumpang ada beberapa tim yang terlibat dengan Basarnas yakni, Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tahuna, Sat Polair Polres Tahuna, KUPP Tahuna, dan PT Pelni Tahuna," ungkap Sinaga.

Dalam proses pemindahan, didahulukan penumpang sebanyak 72 orang. 19 orang ABK tetap bertahan menunggu kapal KM Sabuk Nusantara 69 yang melakukan penarikan pada jam 04.00 wita dini hari. "Semua bergerak sesuai arahan satu komando dari Basarnas sehingga proses pemindahan dan evakuasi penumpang cepat dilaksanakan," bebernya.

Dia juga mengapresiasi setinggi tingginya kepada tim SAR gabungan yang terlibat sehingga proses evakuasi pemindahan penumpang KM Sabuk Nusantara 109 cepat dilaksanakan. "Dalam situasi pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) saat ini, tim Basarnas tetap kami lengkapi menggunakan baju APD sesuai perintah Kepala Badan, untuk mengantisipasi anggota pada saat di lapangan agar terhindar dari penyebaran wabah tersebut," tandasnya.(**)


Komentar