Vaksin Corona Buatan Indonesia Tersedia 2022


ANCAMAN Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), masih tinggi. Update data hingga Kamis (16/7), total kasus positif  Corona di tanah air telah mencapai 81.668 kasus. Itu setelah terjadi penambahan 1.574 kasus baru.

Menyikapi teror Covid-19 ini, pemerintah ‘putar otak’. Upaya menemukan vaksin Corona, masif dilakukan. Teranyar, Indonesia baru akan menyiapkan vaksin Corona pada tahun 2022 mendatang.

Direktur Utama Biofarma Honesti Basyir mengatakan, vaksin virus corona Merah Putih untuk menangkal Covid-19 akan tersedia bagi masyarakat pada kuartal pertama 2022 atau semester pertama 2022. Penelitian vaksin ini dipimpin oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.  Honesti mengatakan Biofarma sebagai partner industri akan berkolaborasi dengan Eijkman untuk memproduksi vaksin.

"Apabila hasil uji klinis bagus, vaksinnya akan tersedia untuk masyarakat pada kuartal pertama 2022 atau ada di tengah 2022," ujar Honesti dalam konferensi pers virtual, Kamis (16/7).

Berkaitan uji klinis, Biofarma akan memulai uji pra-klinis pada kuartal kedua 2021. Sementra uji klinis fase I pada kuartal ketiga 2021. 

Tak hanya mendukung produksi vaksin dalam negeri, Biofarma juga bekerja sama dengan perusahaan swasta asal China. Lewat kerjasama denggan Sinovac Biotech, Biofarma sedang menguji vaksin inactivated yang disebut CoronaVac.

Pada bulan Juni perusahaan mengumumkan bahwa uji coba Fase I/ II tidak menemukan efek samping yang parah dan menghasilkan respons kekebalan pada 743 relawan. Sinovac kemudian meluncurkan uji coba Fase III di Brasil pada bulan Juli. Perusahaan juga membangun fasilitas untuk memproduksi hingga 100 juta vaksin per tahun.

Untuk pengujian klinis di Indonesia, Biofarma bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran  untuk menyiapkan uji klinis vaksin Covid-19. Vaksin asal Tiongkok ini rencananya akan disuntikkan kepada 1.620 relawan di Kota Bandung sesuai prosedur uji klinis vaksin. "Kami berkolaborasi pengembangan vaksin dan produksi vaksin antara Biofarma dan Sinovac," ujar Honesti.

Ketua tim riset FK Unpad Kusnandi Rusmil menjelaskan, uji klinis vaksin Covid-19 akan dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Komite Etik Penelitian Unpad. Saat ini, kelayakan rencana kerja uji klinis masih dalam tahap penelaahan kelayakan oleh Komite Etik.(cnn)


Komentar