Tangani Covid-19 di 48 Rumah Sakit, Sulut Kerahkan 6.507 Tenaga Medis


Manado, MS

Angka personil bidang kesehatan yang menangani Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Sulawesi Utara (Sulut) dibeber. Ada ribuan tenaga medis yang ternyata telah dikerahkan melawan pandemi ini. Mereka tersebar di 48 rumah sakit (RS).

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang dipimpin Gubernur Olly Dondokambey mencatat, ada 6.507 tenaga medis dikerahkan untuk menangani pandemi Covid-19 di Sulut. Tenaga medis ini bertugas di 48 RS rujukan dan penunjang yang ada di seluruh kabupaten dan kota di Sulut. Baik RS milik pemerintah atau swasta.

Seluruh RS ini memiliki kapasitas 6.479 tempat tidur dengan 1.078 tempat tidur isolasi dan 50 ventilator. Adapun RS tersebut diantaranya RS Prof Kandou Manado, RSUD Bitung, RS Maria Walanda Minahasa Utara, RS GMIM Bethesda Tomohon, RSUD Noongan Minahasa dan RSUD Amurang Minahasa Selatan.

Kemudian, RSUD Mitra Sehat Minahasa Tenggara, RSUD Kota Kotamobagu, RSUD Datoe Binangkang Bolaang Mongondow, RSUD Bolaang Mongondow Selatan, RSUD Bolaang Mongondow Utara, RSUD Talaud, RSUD Liun Kendage Sangihe dan RSUD Tagulandang Sitaro.

Adapun rincian dari 6.507 tenaga medis ini antara lain 1.525 tenaga dokter dengan rincian 530 Dokter Umum, 124 Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan 871 Dokter Spesialis Lainnya.

Sementara untuk jumlah perawat dan bidan yang bertugas menangani pasien yang terindikasi Covid-19 mencapai angka 4.982 untuk seluruh Sulut.

Diketahui, Gubernur Olly sebelumnya sempat memberikan dukungan moril kepada para dokter lewat video teleconference dari kediamannya di Desa Kolongan, Kabupaten Minahasa Utara. Ia mengapresiasi pelayanan optimal yang diberikan para tenaga medis kepada seluruh pasien tanpa mengenal waktu dan harus meninggalkan keluarga. "Segala sesuatu pemerintah bisa penuhi apa yang diinginkan oleh para dokter karena tentunya kita sangat berterimakasih kepada para dokter dan tenaga medis lainnya yang dengan serius mau bekerja dalam rangka melayani para pasien covid-19 yang tentunya ini juga bisa beresiko tetapi dalam rangka pelayanan bagi masyarakat bapak dan ibu berani meninggalkan keluarga dan tentunya juga mengambil banyak resiko dalam rangka pelayanan," ujar Olly. (sonny dinar)


Komentar