2020, Petani Sulut Belum Sejahtera

Rilis Data Badan Pusat Statistik


LAPORAN : RAIMON SUMUAL

Grafik ekonomi petani di Sulawesi Utara (Sulut) masih jauh dari standar. Fakta mengejutkan itu dibeber Badan Pusat Statistik (BPS). Lembaga yang mengkaji kebijakan nasional melalui kegiatan statistik itu merilis Nilai Tukar Petani (NTP) di Sulut bulan Mei 2020 ini mencapai 97,85 persen. Naik 0.06 persen dibanding bulan April yang mencapai 97,79 persen. Dengan nilai tersebut, NTP Sulut dinyatakan masih rendah di kawasan Sulawesi.

“Harus diakui NTP Sulut masih rendah, bahkan selama tahun kalender 2020 masih mengalami penurunan 0.70 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut Faizal Anwar melalui Kabid Statistik Distribusi Martedhy Tenggehi.

Turunnya indeks NTP ini, menurut Tenggehi, berarti kemampuan daya beli dan tingkat kehidupan petani masih belum baik. Bahkan di wilayah pedesaan Sulut, terjadi deflasi cukup tinggi yaitu 1.47 persen. “Harga yang diterima petani masih lebih kecil dibanding dengan indeks harga yang dibayar petani,” ujarnya sambil menyebut NTP yang ideal ada di posisi 100.

Ia menyebut, kalau tahun ini harga jual komoditas pertanian tinggi dan harga jual barang konsumsi bisa stabil, mungkin dengan usaha maksimal NTP Sulut bisa capai 100. “Dengan sendirinya, kesejahteraan petani Sulut juga akan meningkat,” ungkapnya. Tanaman perkebunan rakyat menjadi salah satu indikator sulitnya petani Sulut jadi sejahtera. Tercatat, NTP perkebunan turun 0.08 persen dari 93.60 di bulan sebelumnya. Begitu juga dengan nilai tukar usaha pertanian tanaman perkebunan yang turun 1.37 persen dari 94,82 pada April menjadi 93,53 pada Mei 2020.

Terpisah, pengamat ekonomi Hendrik Kalalo mengatakan, jika NTP turun maka pendapatan petani juga mengalami penurunan. Begitu juga sebaliknya.

“Agar NTP terus naik, produktivitas petani dan kualitas produk harus lebih ditingkatkan. Untuk mencapai hal ini, perlu juga bantuan atau uluran tangan dari pemerintah. Khususnya pengadaan sarana alat-alat produksi,” tandasnya.(***)


Komentar