Positif Corona Kans Naik, Ribuan Sampel Dalam Antrian PCR


POTENSI melejitnya kasus positif Covid-19 di bumi Nyiur Melambai menganga. Hal itu dipicu adanya ribuan sampel Swab yang masih dalam antrian untuk diperiksa menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR).

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) Bidang Epidomologi, dr Steaven Dandel menjelaskan, ada 9442 sampel yang diterima Laboratorium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Manado. Dari total 9442 sampel itu, ada 400 dari Provinsi Maluku Utara (Malut).

"Jadi, memang perbandingannya sangat berbeda jauh sekali yang dikumpulkan. Dari 9442 sampel yang diterima laboratorium di Mapanget tersebut, 6889 itu sudah preparasi sampel dan 5796 di antaranya sudah keluar hasilnya," urai Dandel, Senin (22/6) kemarin.

Dengan demikian, kata Dandel, sampel dalam antrian untuk diperiksa PCR berjumlah 1133. “Kita juga masih ada 1237 sampel belum diproses. Jadi masih sementara dalam antrian. Namun, dari sekian sampel yang masuk ada 81 yang ditolak oleh laboratorium pemeriksa,” urainya.

Ia mengakui laboratorium BTKLPP Kelas I Manado telah mengirim sampel ke luar daerah, karena sekian banyaknya antrian pemeriksaan yang harus dilakukan laboratorium di Sulut. Rinciannya, ada 700 sampel dikirim ke Jakarta dan 500 ke Makassar. "Ini untuk mengimbangi kecepatan sampel swab. Karena antrian sudah 1200 lebih. Jadi memang ini yang menjadi kendala selama ini. Permasalahan yang menyebabkan sampai banyak sekali sampel swab kemudian ditunggu-tunggu," sambung dia.

Meski begitu, kata dia, BNPB akan mengirimkan alat PCR, untuk menambah kapasitas PCR di Sulut. "Kita berharap dengan adanya bantuan dari BNPB, kapasitas PCR bisa kita tingkatkan secepat mungkin dan sambil menunggu dua laboratorium di Sulut yang sementara kita siapkan," tuturnya.

Sebelumnya, gugus tugas memaparkan data terkini perkembangan epidomologi Covid-19 pada Senin (22/6). Data tersebut menyebut Sulut ketambahan 1 kasus baru. Diakui, kasus baru ini merupakan gambaran realtif dikarenakan Minggu (22/6), tidak ada pemeriksaan laboratorium. "Jadi, bukan berarti kondisi epidomologi di Sulut menunjukan tanda-tanda  penurunan. Tapi semata-mata sifatnya relatif, karena hasil pemeriksaan hari ini tidak terumumkan dikarenakan tidak ada pemeriksaan," sebut Dandel dalam jumpa pers melalui video conference (vidcon).

Sementara untuk Orang Dalam Pengawasan (ODP), menurut Dandel, berjumlah 234 dan PDP berjumlah 293. Terkait penambahan 1 kasus terkonfirmasi positif yakni kasus 854 adalah perempuan 16 tahun asal Kotamobagu, KERT 828. Dengan demikian, total positif Corona berjumlah 854 orang. “Rinciannya, sementara dirawat 638, sembuh 147 dan meninggal 69 orang,” kuncinya.(sonny dinar)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting