KASUS POSITIF COVID NAIK DRASTIS, SULUT BELUM AMAN


Manado, MS

Badai corona virus disease 2019 (covid-19) kian kencang menghantam Sulawesi Utara (Sulut). Indikator itu terpampang jelas dalam grafik kasus corona yang naik drastis mencapai 495 kasus. Lonjakan tajam terjadi dalam dua hari terakhir, dimana jumlah pasien baru terkonfirmasi covid-19 ada 104 kasus. Ini sekaligus menyiratkan kondisi daerah yang masih jauh dari kata aman. Tanda awas bagi masyarakat Nyiur Melambai.

Pertambahan signifikan kasus positif covid-19 di Sulut terjadi Sabtu (6/6). Total ada 79 warga yang masuk daftar pasien baru. Kasus ini tersebar di sejumlah daerah yakni Manado 55 kasus, Minahasa 11 kasus, Minut 5 kasus, Bitung 2 kasus, Tomohon 2 kasus, Minsel 1 kasus, Bolmut 1 kasus, Kotamobagu 1 kasus dan luar wilayah 2 kasus.

Pertambahan ini sangat signifikan. Bahkan secara nasional pun, Sulut sempat ada di posisi ke-4 sebagai provinsi penyumbang kasus baru terbanyak pada 6 Juni 2020.

Provinsi yang menyumbang angka tertinggi saat itu adalah Jawa Timur dengan 286 kasus, kemudian DKI Jakarta 104 kasus, Papua dengan 87 kasus, Sulawesi Utara 79 kasus, dan Sumatera Utara 68 kasus.

Yang lebih mengkhawatirkan, gerak penyebaran covid-19 tak kunjung berhenti. Satu hari kemudian tepatnya Minggu (7/6) kemarin, pasien terkonfirmasi positif kembali bertambah 25 kasus baru. Jumlah ini tersebar di sejumlah kabupaten dan kota, yakni Manado 13 kasus, Minahasa 2 kasus, Bitung 2 kasus dan Minsel 7 kasus. Sementara yang sedang diverifikasi ada 1 kasus.

Sejauh ini, total ada 495 kasus yang tercatat di Provinsi Sulut. Rinciannya, pasien aktif (sementara dirawat), 375 orang. Pasien meninggal bertambah 2 kasus sehingga total yang meninggal 47 orang. Pasien sembuh bertambah 9 orang kasus, total yang sudah sembuh sebanyak 73 orang.

 

KLASTER BARU KANS MUNCUL

Peta sebaran covid-19 di Sulut masih berpotensi mengalami penambahan kasus. Ada sejumlah faktor yang jadi kajian para ahli epidemiologi. Salah satunya insiden jemput paksa di Rumah Sakit Pancaran Kasih (RSPK) Manado.

Kejadian ini bahkan berpotensi melahirkan klaster baru. Itu menyusul ada satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal pada 1 juni 2020 dan secara resmi telah diumumkan sebagai pasien positif covid-19 oleh Gugus Tugas Provinsi Sulut, Sabtu (6/6).

Jenazah pasien yang akhirnya terkonfirmasi positif itu diambil paksa pihak keluarga yang kemudian dimakamkan tanpa protokol covid-19. Diduga ada banyak orang yang sempat kontak erat dengan jenazah tersebut.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulut, dr Steaven Dandel, memastikan penelusuran akan dilakukan pada semua orang yang melakukan kontak dengan jenazah tersebut.

“Nantinya keluarga, dan seluruh pihak terkait yang sempat membawa dan memegang jenazah PDP yang telah dinyatakan positif covid-19 akan langsung di-swab PCR. Tidak lagi melalui rapid test,” ungkap Dandel, Sabtu (6/6).

"PDP yang meninggal itu memiliki pneumonia, dan sejumlah penyakit penyerta lainnya,” jelasnya lagi.

Sementara ahli epidemiologi Prof Dr dr Grace Debbie Kandou MKes mengatakan, insiden tersebut berpotensi memunculkan penularan virus. Bahkan menurut dia, bisa saja memunculkan klaster baru.

"Penolakan pemberlakuan protap covid-19 membahayakan orang banyak dan masyarakat. Sehingga berpotensi terjadinya klaster baru," ujarnya kepada Media Sulut, melalui pesan whatsapp, Minggu (7/6) kemarin.

Mantan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) mengakui, jenasah Covid-19 tak akan menular jika pemulasaran dan proses penguburan dilakukan sesuai protap. "Namun kalau dilakukan secara normal, tentu sangat berisiko," ungkapnya.

"Kontak langsung dengan jenazah positif Covid-19, tanpa dibungkus plastik dan dimasukan dalam peti, ini jelas sangat berbahaya. Karena virus itu (corona, red) tetap dapat menular melalui cairan tubuh," bebernya.

Dia menghimbau Gugus Tugas baik Provinsi Sulut maupun Kota agar segera melakukan screaning lapangan agar penularan tidak lebih meluas. "Solusi dalam upaya pencegahan penularan. siapa saja yang pernah melakukan kontak langsung atau minimal ada dalam radius kurang dari 1 meter dengan jenazah wajib diperiksa," tandasnya.

 

MASYARAKAT DIDORONG BELANJA ONLINE

Trend peningkatan kasus positif baru serta potensi munculnya titik-titik penyebaran virus corona menyulut gerak pemerintah. Sederet strategi pencegahan covid-19 disodor ke publik.

Gubernur Olly Dondokambey bahkan menyarankan mekanisme belanja online adalah yang paling aman dilakukan masyarakat.

Itu disampaikannya saat mengikuti acara virtual Gerakan Bangga Belanja di Pasar yang disiarkan langsung melalui Fanpage FB Pemerintah Provinsi (Pemprov), Jumat (5/6).

Gubernur Olly mengapresiasi kegiatan itu yang dinilai bertujuan memberikan solusi belanja online kepada masyarakat yang ingin membeli kebutuhan sehari-hari di pasar namun tetap di rumah untuk menghindari kerumunan orang di tengah pandemi covid-19.

“Saya kira ini yang harus saya support terus buat inovasi-inovasi baru di Sulut ini sehingga masyarakat bisa melihat dan memanfaatkan teknologi dan kemampuan SDM yang ada di Sulut ini,” kata Olly.

“Lebih khususnya yang kami hormati Pak Kepala Perwakilan BI dan seluruh juri kompetensi dan para interaktif top kreatifitas yang membawa dampak yang sangat baik pada hari ini dan para peserta kompetisi ide dan video kreatif beserta dengan seluruh masyarakat Sulut yang menyaksikan acara ini live di FB, tentunya hal ini sangat menggembirakan bagi kita karena inovasi yang baru dalam rangka penanganan covid-19,” sambungnya.

Disamping itu, Olly juga menyinggung program bersehati online yang dilaunching Gubernur Olly bersama jajaran Bank Indonesia beberapa waktu lalu yang juga menerapkan belanja online di Pasar Bersehati Manado.

“Tentunya hal ini sangat menggembirakan bagi kita karena inovasi-inovasi yang baru dalam rangka penanganan covid-19 salah satu partisipasi dari seluruh program, pasar Bersehati online yang diinisiasi oleh tim TPID ini sangat baik bagi kita karena bukan cuma sekadar, juga para pedagang yang membawa dampak secara langsung bagi kita tapi para petani juga akan mendapatkan pasar-pasar yang baru bagi kita,” kata Olly

“Sehingga satu sisi kita bisa menjaga penyebaran covid-19 tapi di sisi lain yang lebih bersyukur bahwa kegiatan ekonomi kita bisa berjalan dengan baik. Nah inilah saya kira yang perlu kita harus jaga terus karena covid-19 dengan ekonomi ini adalah dua sisi mata uang. Ini harus berjalan bersama sama. Kalau ekonomi kita juga tidak jalan karena kita terlalu takut dengan situasi kondisi yang ada karena covid-19 ini lebih parah lagi kalau orang hanya tinggal dirumah terus tidak melakukan suatu kegiatan akan berdampak yang sangat berat bagi perekonomian. Ya ujung-ujungnya masyarakat kehilangan kesempatan,” lanjutnya.

Olly juga mengajak semua pihak untuk terus mensosialisasikan belanja online kepada seluruh masyarakat Sulut.

“Saya kira dengan program-program yang dibuat saat ini mari kita galakan terus dan kita tingkatkan terus bagaimana kita belanja di pasar online. Perlu kita sosialisasikan terus kepada masyarakat kita agar supaya benar-benar masyarakat kita memahami karena belum semua masyarakat di Sulut sangat familiar dengan belanja online ini tapi ini suatu inovasi yang baru sehinggga hari ini pun saya bersyukur kegiatan ini dilombakan sehingga manfaat ini bisa kita rasakan secara langsung karena inilah yang harus kita jaga terus. Saya katakan dari awal bahwa covid-19 ini dengan kegiatan ekonomi ini tidak bisa kita kesampingkan salah satu. Dua-dua harus berjalan seiring sehingga masyarakat mendapatkan hak-haknya dalam melakukan kegiatan,” tutup Olly.

Sebelumnya, trend kenaikan drastis covid-19 di Sulut juga sempat direspon Wakil Gubernur Steven Kandouw. Menilik data kurva RO atau indeks penularan yang mencapai 2,5 mencatatkan Sulut sebagai daerah dengan angka tertinggi di Indonesia. Kandouw bahkan pernah mengatakan jika tingginya indeks penularan covid-19 ini, maka Sulut menjadi daerah dengan potensi tertinggi di Indonesia.

“Sulut juara tingkat penyebarannya,” kata Wagub, belum lama ini.

Namun itu menjadi tanda awas bagi warga Sulut, khususnya Manado untuk lebih disiplin mengikuti protokol kesehatan Covid-19 dan mematuhi imbauan pemerintah.(sonny dinar)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting