KLUSTER PINASUNGKULAN TEROR MANADO


Manado, MS

 

Rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Sulawesi Utara (Sulut) makin mencemaskan. Kota Manado menjadi daerah di tingkat transmisi lokal paling membahayakan. Potensi ledakan kasus positif pun kans masih bertambah. Celah tersebut kembali menganga di Pasar Pinasungkulan.

 

Lonjakan kasus positif berpeluang terjadi ketika adanya upaya rapid tes di Kluster Pinasungkulan Karombasan. Berdasarkan hasil yang diperoleh Gugus Tugas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, menunjukkan tanda-tanda menghawatirkan. Dari 128 orang yang dilakukan rapid test, ada 80 orang reaktif. "Yang sudah dilakukan rapid tes (kemarin, red), ada 47 reaktif. Hingga total saat ini yang reaktif sejak pelaksanaan rapid tes di Pasar Pinasungkulan sudah 80 orang," ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Pemprov Sulut, dr Steven Dandel, tatkala merilis adanya penambahan kasus positif sebanyak 10 orang di Sulut, Selasa (19/5) kemarin.

Teranyar, satu di antara 10 orang yang terpapar virus corona tersebut, diduga juga merupakan kontak dengan kluster Pinasungkulan. Dengan adanya penambahan ini maka positif Covid-19 di Sulut, total menjadi 126. Rincian 10 orang yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut yakni kasus 117 adalah pria 46 tahun asal Manado. Kemudian kasus 118 adalah pria 47 tahun asal Tomohon, kontak erat kasus 58. Kasus 119 adalah perempuan 35 tahun asal Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), kontak erat kasus 63.

 

Kasus 120 adalah pria 30 tahun asal Mitra, pelaku perjalanan transmisi lokal. Kasus 121 adalah perempuan 58 tahun kontak erat kasus 58. Kasus 122 adalah pria 51 tahun asal Minahasa, tidak ada riwayat perjalanan. Kasus 123 adalah pria 45 tahun asal Tomohon, kontak erat kasus 58. Kasus 124 adalah perempuan 72 tahun asal Tomohon tidak ada riwayat. Kasus 125 bayi perempuan 1 tahun asal Tomohon, kontak erat kasus 58. Terakhir, kasus 126 adalah pria 70 tahun asal Manado, dugaan sementara kluster Pasar Pinasungkulan.

“Penambahan kali ini, Tomohon menduduki pertama terbanyak dengan jumlah 6 kasus. Kemudian disusul Manado 2 kasus. Selanjutnya, Minahasa Tenggara (Mitra) 1 kasus dan Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) 1 kasus. Sementara Orang Dalam Pemantauan (ODP) saat ini menyentuh 129 orang. Kemudian Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 136 kasus. Ditambahkan sejak kemarin (Senin 18 Mei, red) hingga hari ini (kemarin, red), ada empat pasien PDP meninggal dunia, asal Minsel, Minut, Bitung dan Minahasa," jelas Dandel.

 

Diketahui sebelumnya, pada Jumat (15/5) terjadi penambahan 7 kasus positif di Pasar Pinasungkulan. Kasus Pasien ke-86 Perempuan 55 tahun, asal Manado, meninggal pada 2 Mei 2020 di RS Prof Kandou, Kasus Pasien ke-88 Laki-laki 12 tahun asal Manado, kontak erat kasus ke-46, kasus Pasien ke-91 Laki-laki 51 tahun asal Manado, Kasus Pasien ke-99 Perempuan 33 tahun asal Manado kontak erat kasus ke-46, Kasus Pasien ke-100 Perempuan 10 tahun asal Manado kontak erat kasus-46, Kasus Pasien ke-102 Laki-laki 15 tahun asal Manado merupakan kontak erat kasus ke-46, Kasus Pasien ke-103 Perempuan 48 tahun kontak erat kasus ke-46. Pada Sabtu (16/5), kembali ketambahan yakni kasus 112 adalah laki-laki umur 28 tahun asal Manado, merupakan kontak erat dari pasien nomor 46, kluster pasar Pinasungkulan.

 

DEWAN DAPIL MANADO DESAK PENGATURAN PASAR

Rawannya wilayah Pasar Pinasungkulan Karombasan memantik tanggap Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut. Arus desakan untuk melakukan tindakan secepatnya mengalir kencang. Pengaturan aktivitas pedagang dan pembeli dinilai harus segera dilakukan.

 

Tata kelola Pasar Pinasungkulan Karombasan harus bagus karena lokasinya kini sudah sangat berhimpit-himpitan. Ini dipandang akan berpotensi terjadi penularan virus Corona yang lebih banyak. "Lokasinya kecil sementara penjualnya besar. Tidak sesuai dengan format yang ada di dalam," ungkap Anggota Komisi III DPRD Sulut, Ayub Ali Albugis, belum lama.

Apalagi menurutnya, masing-masing pedagang punya meja yang ukurannya bervariasi. Jalur keluar masuk di pasar tersebut pula tidak teratur. "Orang yang masuk dan keluar harus diatur satu jalur. Kalau tidak ini akan membuat penderita baru lagi. Kemudian harus dilihat kebersihan. Pemkot diharapkan memperhatikan ini untuk mencegah penyebaran," ujar Ayub.

 

Penerapan satu jalur di pasar bisa diatur. Apalagi pedagang telah disendirikan sesuai dengan jenis jualannya. Maka pembeli arahnya bisa ditata dan tidak kacau. "Kan di pasar ada tempat yang jual daging sendiri, supaya ini bagus harus satu jalur keluarnya. One way. Tidak ada dia beli rica di sebelah  dan balik lagi, kemudian potong jalan tempat jualan orang lain. Makanya harus juga diatur jarak berjualan tidak boleh berhimpitan," tutupnya.

 

PEMKOT TAWARKAN DUA OPSI

Gerak antisipasi makin meningkatnya warga terkonfirmasi Covid-19 di Pasar Pinasungkulan atau kluster Karombasan, dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado. Ruang pendapat untuk mencari solusi dibuka. Dua pilihan disodorkan. 

 

Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA telah meminta saran dan masukan kepada jajaran di lingkungan Pemkot Manado dan Direksi PD Pasar Manado, melalui rapat yang diadakan via Video Conference (Vicon), Senin (18/5). Saat itu, sempat ada opsi yang diusulkan dalam pertemuan yang diikuti Disperindag Provinsi Sulut, Disperindag Kota Manado dan PD Pasar Manado.

Memang awalnya sempat muncul rencana terkait pemindahan sementara pedagang pasar Pinasungkulan ke lokasi Stadion Klabat. Hanya saja dalam rapat vicon kali ini, tidak lagi membahas pemindahan ke Stadion Klabat. Dua pilihan yang diberikan yakni penutupan sementara pasar serta melakukan rekayasa pasar atau penataan pedagang di jalan-jalan sambil tetap menerapkan Social Distancing/Physical Distancing.

Lumentut mengatakan, mengingat semakin seriusnya situasi pasar Karombasan, maka wajib mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan ketat serta disiplin. "Semua wajib melakukan protokol kesehatan ketat, pedagang akan diatur jaraknya seperti pasar rakyat di Solo yang menggunakan jalan di seputaran pasar untuk sementara dijadikan tempat jualan dengan menggunakan protokol kesehatan, jaga jarak," jelas walikota seraya menambahkan, usulan penutupan pasar sementara dan rekayasa pasar dengan penataan pedagang di jalanan pasar Pinasungkulan akan dibahas lagi bersama Forkopimda dan DPRD Kota Manado.

Diketahui sebelumnya, pada Jumat pekan lalu, pasca terjadi lonjakan positif Covid-19 di Pasar Pinasungkulan maka Walikota Manado Vicky Lumentut, memberikan himbauan untuk pemeriksaan rapid test secara massal di sana. Walikota meminta Kepala Puskesmas Ranotana bersama PD Pasar Manado melakukan rapid test massal bagi penjual dan pedagang di Pasar Pinasungkulan. "Kalau masih ditemukan ada penjual yang setelah dilakukan rapid hasilnya reaktif, maka rencananya akan dipertimbangkan penutupan sementara kegiatan di pasar Pinasungkulan,” ujar walikota saat itu.

Ia ketika itu juga berjanji akan meminta pendapat Forkompinda Manado terkait penutupan sementara pasar Karombasan dengan berpedoman pada penerapan protokol kesehatan. “Nantinya selama masa penutupan sementara, pedagang akan dipindahkan keseputaran lokasi stadian Klabat Manado,” ujar walikota.

Dirinya meminta Direksi PD Pasar Manado untuk mempersiapkan lokasi sementara bagi pedagang, di seputaran stadion Klabat dan jalan, sambil melaksanakan protokol kesehatan super ketat. “Ayo terapkan dan patuhi protokol kesehatan ketat, tetap jaga jarak, pakai masker dan rajin mencuci tangan agar terhindar dari bahaya Covid-19 ini,” ajak walikota.

 

Puskesmas (PKM) Ranotana Weru langsung menindaklanjuti instruksi Walikota Manado yang meminta melakukan rapid test kembali pedagang di Pasar Pinasungkulan Karombasan, Kecamatan Wanea, Sabtu (16/5) lalu. Ketika itu, Dr Maya menjawab sekaligus melaporkan kesiapan timnya kepada walikota. “Saya sudah lapor ke Pak Wali, adapun situasi yang dapat saya laporkan saat ini adalah bahwa dalam pelacakan/tracing masih banyak kontak erat yang kami temukan tidak melakukan isolasi mandiri di rumah,” ungkapnya.

Mereka juga selaku tenaga kesehatan merasa kuatir dengan para pasien yang berkunjung di Puskesmas. Utamanya para pedagang yang sering ke Puskesmas. Ia setuju dengan rencana Walikota GSVL melakukan penutupan Pasar Pinasungkulan selama 2 minggu untuk pengaturan Social Distancing dan memudahkan Puskesmas Ranotana Weru melakukan tracing secara mendalam dan isolasi mandiri secara ketat. “Mohon doa dan dukungannya Pak Wali dan warga Manado bagi kami petugas kesehatan. Tuhan memberkati jerih juang kita sekalian. Semangat dan salam sehat,” ujar dokter yang pernah meriah predikat Kepala Puskesmas Terbaik tingkat Nasional ini. (sonny dinar/arfin tompodung/fiena)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting