Foto: Helny Ratuliu
Pandemi Corona, Mitra Koleksi 1.245 Ibu Hamil
Ratahan, MS
Fakta mengejutkan terjadi di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Di tengah wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), daerah ini justru memiliki ribuan ibu hamil. Ancaman kesehatan bagi mereka pun menganga.
Data tersebut diendus Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mitra. Selang tiga bulan terakhir sejak pandemi virus mematikan itu, sudah ada 1.245 ibu hamil di daerah pimpinan Bupati James Sumendap ini.
Informasi dihimpun, sebanyak 377 angka kehamilan di bulan Januari, 515 angka kehamilan di bulan Februari dan di bulan Maret ada sebanyak 353 ibu hamil. Totalnya sebanyak 1.245 angka kehamilan.
Angka tersebut diperoleh dengan hasil kontak awal dengan para petugas di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas/PKM) ataupun Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di kecamatan, desa/kelurahan se-Mitra.
Tak ayal, selain warga pada umumnya, pihak Dinkes Mitra pun menghimbau kepada para ibu rumah tangga khususnya mereka yang tengah mengalami kehamilan, untuk dapat mengikuti anjuran pemerintah dalam menjaga kesehatannya. Itu dengan mengacu pada protokol Covid-19.
“Sampai saat ini, kita memiliki 1.245 ibu hamil sejak tiga bulan terakhir dari Januari hingga Maret atau triwulan pertama tahun 2020 yakni 377 bulan Januari, 515 di bulan Februari dan 353 ibu hamil di bulan Maret. Jadi total ada 1.245,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Helny Ratuliu, Rabu (13/5) kemarin.
“Data itu sesuai dengan kontak awal dengan petugas Puskesmas dan Posyandu yang tersebar di 12 kecamatan se-Kabupaten Mitra,” sambungnya.
Di tengah Pandemi Covid-19 ini dikatakan Ratuliu, pihaknya mengimbau agar para ibu hamil harus mengikuti anjuran pemerintah sesuai dengan protokol Covid-19 yang telah ditetapkan. Ini demi kesehatan kandungan maupun ibu hamil sendiri. “Ini sangat penting, karena akan sangat mungkin terjangkit Corona jika kita mengabaikan ataupun sepelekan instruksi pemerintah. Ini bisa berakibat fatal terhadap para ibu hamil dan kandungannya,” katanya.
Di satu sisi, pelayanan posyandu maupun imunisasi oleh pihak kesehatan diakuinya dilakukan di rumah masing-masing. “Ini adalah salah satu langkah pihak medis dalam mengawal para ibu hamil. Semua jadwal kontrol para ibu hamil begitu pun yang baru melahirkan, dilakukan di rumah masing-masing. Nantinya pihak puskesmas yang bakal menghampiri di rumah,” tukas Ratuliu.
Sebaliknya bagi para petugas ia pun sudah menginstruksikan untuk mengedepankan keamanan kesehatan sesuai protokol Covid-19. Dimana selama melakukan pemeriksaan kepada para ibu hamil dan ibu menyusui, agar mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. “Kita memprioritaskan penggunaan APD selama melakukan pemeriksaan terhadap para ibu hamil dan menyusui saat berkunjung ke rumah mereka demi keamanan serta mencegah penyebaran Covid-19,” pungkas Ratuliu. (recky korompis)












































Komentar