Proyek Tol di Bypass Tumaluntung Disorot
Airmadidi, MS
Debu tebal tak henti beterbangan di kawasan Bypass Tumaluntung, Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Proyek pembangunan jalan tol Manado-Bitung, jadi biang kerok munculnya debu tersebut. Sorotan pun menyasar pelaksana mega proyek itu.
Disinyalir, tidak ada upaya pelaksana proyek meminimalisir debu yang beterbangan. Terbukti, tak ada kendaraan khusus yang melakukan penyiraman tanah kering di lokasi itu. Alhasil, tebalnya debu di lokasi proyek dekat Kantor Dinas Perhubungan Minahasa Utara (Minut), mengganggu pengguna jalan.
Protes warga, bermunculan. Tofan Sunda, pengendara Honda Blade mengatakan, kondisi di sekitar lokasi proyek telah mengancam kesehatan warga. "Bukannya kami tidak ingin ada jalan tol di Sulawesi Utara. Sangat mendukung. Tetapi para pekerja proyek ini tolong perhatikan dampak pembuatan jalan ini. Karena sangat berdebu, hingga susah untuk bernafas, apalagi bagi kami yang menggunakan motor," keluhnya.
Keluhan warga akhirnya direspon Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Utara. Personil Komisi II DPRD Minut Jimmy Mekel mengatakan, pihaknya sudah pernah memanggil hearing perusahaan yang mengerjakan proyek jalan tol tersebut. "Semoga lewat pengaduan masyarakat ini, pihak perusahaan bisa mencari solusi menyiram dengan rutin jalan, agar tidak berdebu. Karena sangat mengganggu masyarakat apalagi pengguna jalan? khususnya roda dua," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Minut, dr Rina Widayati mengatakan, resiko masyarakat yang menghirup debu, bisa terkena peyakit. "Kebanyakan bisa sakit Ispa, common cold, dan diare," urainya.
Pemicu penyakit, jelas dia, karena debu itu kotor dan di dalamnya, bercampur kuman. "Tetapi tidak kasat mata kita lihat. Maka masyarakat harus selalu berhati-hati dan minimal memakai masker. Kebanyakan kalau menghirup debu itu dapat peyakit ISPA dan itu sangat berbahaya kalau terlalu lama mengidap ISPA," tandasnya.(risky adrian)












































Komentar