Foto: Steaven Dandel
Kasus Covid-19 (Masih) Stagnan, Gugus Tugas Sulut Malah Prihatin
ANGIN segar bagi masyarakat bumi Nyiur Melambai. Angka kasus positif Covid-19 hingga lima hari terakhir ini masih stagnan atau belum ada penambahan kasus. Tak hanya itu, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP), juga menurun drastis.
Itu menyusul update data terbaru pemantauan Corona yang dirilis Gugus Tugas Pemprov Sulut. Hingga Selasa (5/5) kemarin, terkonfirmasi positif Covid-19 masih pada angka 45 kasus. Dengan rincian, dirawat 24 orang, sembuh 17 orang dan meninggal 4 orang.
Sementara untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP), mengalami penambahan 7 orang dengan total 99 kasus. Sedangkan ODP tinggal 136 orang. "Sampai hari ini, yang positif Covid masih tetap 45 kasus. Yang 1020 ODP, 884 diantaranya sudah selesai dipantau, jadi tinggal 136 orang yang dpantau sekarang," kata Jubir Gugus Tugas Pemprov Sulut dr Steaven Dandel, Selasa kemarin.
Untuk PDP,yang berjumlah 99 orang masih dirawat disejumlah rumah sakit. Masing-masing 29 orang di RSUP Prof Kandou, 7 orang di RS Bhayangkara, 2 di RSUD Anugerah, 15 di RS Robert Wolter Mongisidi, 1 di RSUD Sam Ratulangi, 1 di RSUD Pobundayan, 3 di RSUD Maria Walanda Maramis, 3 di RSUD Bolmut, 3 di RSUD Manembo-Nembo.
Kemudian RS Pancaran Kasih 19 orang, 2 di RSUD Datu Binangka, 5 di RS bethesda, 1 di RSUD Talaud, 2 di RS Siloam Paal Dua, 1 di RS MNC. “Dan 1 warga Sulut sementara dirawat di RS di Gorontalo," katanya.
Pun begitu, pihaknya mengaku prihatin akibat masih banyaknya warga yang mengabaikan anjuran pemerintah untuk tetap diam di rumah atau menggunakan masker ketika keluar rumah.
"Kami juga mendapat laporan terkait bahwa masyarakat sekarang mulai beraktifitas seperti sediakala. Padahal pandemi ini belum dinyatakan berakhir. Ini juga menjadi keprihatinan bagi kami dari dari Gugus Tugas Covid-19 Pemprov Sulut," keluhnya.
Ia menekankan kembali bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir. Termasuk di Sulut. "Kami terus meng-update perkembangan situasi di dunia. Ada beberapa negara yang ketika mulai melonggarkan pelaksaan social distancing dan physical distancing , akhirnya mengalami gelombang kedua dari peningkatan Covid-19," ungkap Dandel.
"Tentu kita ingin itu tidak terjadi di negara kita terutama di Sulut. Oleh karena itu kami minta masyarakat Sulut untuk tetap mematuhi anjuran social distancing dan physical distancing yang sudah dianjurkan oleh Pemerintah pusat dan Pemprov. Ini semua demi kebaikan bersama guna memutus rantai penyebaran wabah Covid 19," tandasnya. (sonny dinar)












































Komentar