Efek Wabah Virus Covid-19, Harga Komoditi Lokal Sangihe Menukik


Laporan: Christian ABDUL

MASYARAKAT di wilayah kepulauan mulai cemas. Selain ancaman virus Corona, perekonomian warga di wilayah perbatasan mulai goyah. Harga sejumlah komoditi andalan anjlok.

Persoalan ini mendera warga di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Harga cengkih dan pala, terus mengalami penurunan. Kondisi ini diduga karena merebaknya persoalan global yakni pandemi Covid-19.

"Untuk harga cengkih turun menjadi 60 ribu rupiah per kilogram. Sebelumnya 64 ribu rupiah per kilogram. Padahal, sebelumya harga cengkih tidak pernah turun dari 64 ribu rupiah per kilogram," ungkap Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah (Disperindagda) Vera Masora kepada sejumlah wartawan, Selasa (7/4).  

Dia menjelaskan, kondisi ini sudah berlangsung lebih dari 1 minggu terakhir. Faktor penyebabnya diduga karena meruaknya penyebaran Virus Corona Desease atau Covid-19 yang masih berlangsung di seluruh dunia, termasuk beberapa daerah di Indonesia yang sudah terpapar wabah tersebut. "Biasanya, para pembeli cengkih berasal dari negara-negara di Eropa. Namun, karena faktor situasi yang sangat mengkhawatirkan terkait pandemi ini, sampai sekarang, belum ada pembelian pada komoditas cengkih," ujarnya.

Sedangkan untuk komoditi pala, kata Masora lagi, juga mengalami penurunan harga. "Harga komoditi pala juga mengalami penurunan harga yakni 38 ribu rupiah per kilogram.  Juga disebabkan tidak adanya pembeli, tetapi masih pedagang lokal di Sangihe yang masih terus membeli komoditi tersebut," aku Masora.

"Selain itu, komoditi pala berupa ‘kowe’ (biji pala yang bermutu jelek) juga turun harga yakni 25 ribu rupiah per kilogram, padahal sebelumnya 30 ribu rupiah per kilogram. Untuk kuli pala juga mengalami penurunan harga yakni 230 ribu rupiah perkilogram, dibandingkan harga sebelumnya yaitu, 240 ribu rupiah per kilogram," sambungnya.

Sementara untuk komoditi kopra, harganya masih tetap sama tidak ada perubahan. "Untuk komoditi kopra harganya masih bertahan, yakni kopra harian 4.500 rupiah per Kg dan kopra gudang 5.500 rupiah per Kg. Jadi secara umum, harga kopra dikategorikan masih stabil."

Terpisah, warga Tahuna Stefanus berharap, pemerintah ikut memproteksi harga cengkih dan pala. “Ini menjadi komoditi unggulan kami. Bagaimana nasib kami sebagai petani jika dalam kondisi seperti saat ini harganya turun. Ini akan sangat memberatkan masyarakat khususnya petani,” lugasnya.(**)


Komentar