42 Desa Terendam, 3650 Warga Mengungsi

Berdoa Untuk Bolmut


Kaidipang, MS

Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) babak belur. Banjir bandang dan tanah longsor terjang wilayah tersebut. Puluhan desa terendam air dan ribuan warga diungsikan.

Informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolmut, banjir yang menerjang puluhan desa ini dipicu meluapnya sejumlah sungai karena curah hujan yang meningkat beberapa hari terakhir. Ketinggian air mencapai 50 centimeter hingga 1 meter. Paling parah di Desa Huntuk, Kecamatan Bintauna. Sejumlah rumah ikut hanyut disebabkan arus deras.

“Dari data yang diperoleh Pemkab Bolmut sampai saat ini sudah ada 42 desa yang terendam banjir, bahkan 3.650 jiwa ikut mengungsi. Saat ini Pemkab Bolmut terus memberikan perhatian lebih kepada masyarakat yang terendam banjir, sejumlah bantuan baik makanan, minuman tenda dan petugas kesehatan telah berada di lapangan,” jelas Kepala BPBD Bolmut, Viktor Nanlessy, Rabu (4/3).

Bencana ini, kata dia, tidak hanya hanya memporak-porandakan rumah warga, namun sejumlah fasilitas pendidikan. “Misalnya sekolah menjadi rusah akibat adanya banjir,” jelas Viktor.

Sejauh ini, pihaknya belum dapat memberikan data rinci soal kerugian yang disebabkan bencana. Pemerintah masih mendata dan terus fokus pada penanganan masyarakat yang terdampak banjir maupun longsor.

Kepada masyarakat yang terdampak bencana, Viktor berpesan, agar segera mengungsi mencari tempat yang aman. Hingga saat ini, cuaca masih belum bersahabat. “Melihat situasi dan kondisi saat ini, Bolmut masih akan diguyur hujan, jadi masyarakat harus tetap waspada,” imbaunya.

Terkini, cuaca ekstrem juga berdampak di Trans Sulawesi. Hujan lebat lebih dari 10 jam membuat jalur ini sulit untuk dilewati baik oleh roda 4 maupun roda 2. Selain banjir bandang, tanah longsor juga mendera Desa Iyok, Kecamatan Bolangitang Barat dan Desa Sompiro, Kecamatan Sangkub. Keadaan ini membuat ratusan kenderaan harus antri berjam-jam. Alat berat pun dikerahkan untuk dapat mengurai kenderaan.

Wakapolres Bolaang Mongondow Utara AKP Herry Utiarahman, saat langsung meninjau lokasi longsor yang menutupi beberapa titik jalan Trans Sulawesi, di Puncak Gunung Banggele Desa Iyok, Kecamatan Bolangitang Barat, berharap kepada masyarakat pengguna jalur trans untuk lebih berhati-hati sebab saat ini cuaca di Bolmut masih belum bersahabat. “Saya mengimbau bagi pengendara motor dan mobil atau truk untuk lebih berhati-hati, sebab ada beberapa titik lokasi longsong yang saat ini masih dikerjakan oleh alat berat,” tutur Herry.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmut langsung bereaksi. Bupati Depri Pontoh, turun di 4 Kecamatan masing-masing Sangkub, Bintauna, Bolangitang Timur dan Bolangitang Barat, untuk menyerahkan bantuan berupa bahan makanan kepada masyarakat yang terdampak banjir yang terjadi pada Rabu (4/3) kemarin. “Saya berharap kiranya masyarakat tetap waspada, sebab tidak dapat dipungkiri jika diprediksi hujan lebat akan turun dalam intensitas tinggi dalam beberapa hari ke depan,” ujar Bupati.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Bolmut Sirajudin Lasena. Saat dikonfirmasi wartawan, dia menjelaskan, Pemkab Bolmut pada tahun ini telah menyiapkan dana pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020 sebesar Rp 1 Milliar. “Pada tahun ini Pemkab Bolmut telah menyiapkan dana tak terduga untuk penanganan bencana, anggaran itu dapat dipergunakan pada proses penanganan pertama,” ujar Sirajudin.

Anggota Komisi III Dewan Kabupaten (Dekab) Bolmut Suriansyah Korompot, meminta kepada masyarakat untuk tetap dan waspada terhadap kejadian yang ada. “Ini merupakan musibah yang harus kita jalani, sebab tidak ada satu pun dari kita yang menginginkan kejadian seperti ini,” kata Korompot.

Dia berharap Pemkab Bolmut bertindak secara cepat, mengingat dampak banjir dan longsor ini sangat parah. “Selain itu pula kami berharap kiranya Pemprov Sulut dapat melihat langsung keadaan yang ada di Bolmut, sebab ini akan mengancam akses trans Sulawesi,” pinta Korompot.

Terpisah, Pemprov Sulut di bawah kepempimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK) akan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana banjir bandang di Kabupaten Bolmut.

Bantuan berupa matras, selimut, tikar, mie instan, minyak goreng, teh, gula, kopi, ikan sardin kaleng, ikan tuna kaleng dan sarung. Selain bantuan logistik, Pemprov Sulut melalui BPBD dan Dinas Sosial Sulut juga menerjunkan tim ke Bolmut untuk meringankan beban korban bencana.

Mantan anggota DPD-RI Benny Rhamdani menyampaikan dukungannya bagi masyarakat Bolmut. Ia pun mengajak semua masyarakat mendoakan Bolmut. “Semoga dikuatkan, dimudahkan, diberi keselamatan serta terhindar dari hal-hal yang lebih membahayakan,” tulis Benny di akun media sosialnya.

Dari pantauan awak media, tidak hanya Pemkab Bolmut yang turun tangan, pihak TNI/Polri juga bersama-sama membantu masyarakat yang terdampak banjir dan longsor. Selain itu, masyarakat Bolmut juga terpantau membantu masyarakat lainnya.(nanang kasim/sonny dinar)


Komentar