Olly Optimis Kopra Naik Dalam Tiga Bulan

Tanaman Penghasil Minyak Lain Pemicu Turunnya Harga


Laporan: Sonny Dinar

Asa para petani kelapa kans terjawab. Eksistensi komoditas unggulan Tanah Nyiur Melambai ini, dipastikan segera membaik. Sinyal itu diperkuat Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey. Dalam waktu dekat harga kopra bakal kembali naik.

 

Kejadian menukiknya harga kopra sebagai produk turunan kelapa, diyakinkan Olly, hanya berlangsung sementara. Penurunan tersebut disebabkan mekanisme pasar Crude Palm Oil (CPO) dunia. Hal itu karena saat ini, kelapa bukan satu-satunya hasil perkebunan yang dapat diolah menjadi minyak nabati.

"Penurunan harga minyak kelapa dalam beberapa bulan terakhir ini, dipengaruhi sedang melimpahnya panen produk subtitusi dari negara produsen lainnya seperti jagung, kedelai, bunga matahari yang juga bisa menghasilkan minyak. Jadi ini hanya sementara saja karena mekanisme pasar, pemerintah tidak mengaturnya," kata Olly pada Forum Academics, Business, Government, Community And Media (ABGC+M), bertajuk Sulut Sebagai Klaster Kelapa Nasional, di Manado, Senin (10/9).

Ia optimis nilai komoditas unggulan Bumi Nyiur Melambai itu, bakal merangkak naik dalam waktu tiga bulan mendatang. Disebutnya pula, selain kopra banyak produk bernilai lainnya yang dapat dihasilkan dari kelapa.

"Diperkirakan harga kopra akan naik dalam waktu tiga bulan ini atau sekitar Bulan November nanti mengikuti siklus pasar minyak dunia. Pemprov (Pemerintah Provinsi) Sulut juga sedang mempersiapkan alat produksi kopra menjadi minyak kelapa langsung dan industri sabut kelapa. Nantinya turunan produk kelapa tidak hanya kopra saja tapi bisa dijadikan produk lainnya," ucap Olly.

Seperti China yang lebih suka mengimpor kelapa utuh dari negara lain. Kemudian mengolah daging, air dan sabut kelapa menjadi produk unggulan dan bernilai jual tinggi. “Jadi tidak ada bagian kelapa yang terbuang," tambah Olly.

Olly juga menerangkan, Pemprov Sulut terus berupaya meningkatkan mutu kelapa melalui kerjasama dengan Balai Penelitian Tanaman (Balit) Palma. Termasuk menghasilkan varietas baru bibit kelapa yang akan dilaunching menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulut ke-54.

"Pemprov sudah bekerjasama dengan Balit Palma dalam pengembangan kelapa. Ada varietas baru yang akan kita launching pada Bulan September ini yakni bibit kelapa ODSK Lobu. Daging kelapanya lebih banyak dan dalam setahun setiap pohon bisa menghasilkan 300 buah kelapa," beber Olly.

 

Diketahui, Pemprov menerapkan program peningkatan berkelanjutan pada sektor tanaman tahunan. Seperti peremajaan kelapa serta pemberdayaan dan penguatan kelembagaan petani kelapa. Semua upaya tersebut terus dilakukan, guna menempatkan pembangunan pada sektor pertanian menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Itu tercantum dalam program kerja turunan dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021 yakni mewujudkan kemandirian ekonomi dengan memperkuat sektor pertanian.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Pembangunan, Inovasi dan Teknologi Bapelitbangda Sulut, Deny Tatuwo, menerangkan tentang tujuan dilaksanakannya forum ABGC+M. "Kegiatan ini diselenggarakan untuk menyamakan persepsi dan menguatkan jaringan penelitian kelapa sehingga mendukung peranan Sulut sebagai klaster kelapa nasional," kata Deny.

Pertemuan itu turut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Rudi Mokoginta, Kepala Dinas Perkebunan Refly Ngantung, para akademisi, petani dan peneliti kelapa. (***)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting