Foto: Suasana rapat bersama Komisi IV dengan mitra kerja.
Hearing di Komisi III, PUPR dan Dishub Manado Bahas Nasib Shelter Bus Kini "Tabiar", Dipugar Seizin Pusat
Manado, MS
Komisi III DPRD Manado gelar tatap muka bersaman Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup (LH) dan Badan Pelitbangda Pemkot Manado, Senin (16/6/25).
Menariknya, terangkat soal urusan milik Dishub dan PUPR, yakni Halte Bus Trans Kawanuw atau Shelter di sejumlah titik di Manado yang tak berfungsi lagi.
Kepala Dinas PUPR Ir Johny Suwu menyampaikan, terdapat pemandangan kurang menarik dari halte-halte tersebut.
"Kondisi sekarang sudah tak termanfaatkan sehingga menganggu estetika kota," katanya.
Terkait itu, pimpinan rapat Wakil Ketua Komisi III Stenly Tamo SH menanyakan ke Kepala Dishub Manado Jeffrey Worang tentang tindak lanjutnya.
Worang pun menjawab, bahwa bangunan tersebut merupakan bantuan pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI 2009.
"Bangunan itu perlu sepengetahuan atau seizin Kemenhub jika akan diperbaiki atau dipugar," ujarnya.
Mendengar hal itu, Tamo pun membenarkan dan sebagai tindak lanjutnya.
"Ini jadi masukkan yang baik bagi komisi dan akan ditanyakan ke pihak Kemenhub dahulu tentang arah kebijakan, terkait aturan diperbaiki atau dipugar," jelasnya.
Shelter itu di Manado dapat dijumpai seperti di Rike, Mapanget, Malalayang dan lain tempat namun sebagian sudah hilang.
Rapat itu, turut dihadiri Ketua Komisi IV Ir Jean Sumilat, Sekretaris Yandri Armain.
Dan masing-masing personil yakni Venny Nangka, Yasir Tarek Bua, Elrych Mosal, Cecilia Longdong dan Dolfie Angkouw.
Perjalanan pertemuannya, berkembang pula masih dari Dishub, Dinas PUPR ditambah Dinas Lingkungan Hidup serta Badan Pelitbangda.
"Adanya pertemuan ini sebagai bentuk pengawasan mengenai pelaksanaan program dari para instansi yang berhubungan dengan komisi kami," kata Tamo.
Dimana, poin teknis untuk jalan rusak, transportasi darat, Manado Beach Walk (MBW) penerangan, pemangkasan pohon lebat hingga tentang tumbuhan di tengah jalan.
Komisi pun sepakat, bahwa nantinya pihak-pihak lokasi yang terkendala akan dipanggil duduk bersama.
Kesimpulan pun diperoleh, dimana Tamo berharap, rekomendasinya berdasarkan pembahasan dapat ditindaklanjuti dengan baik.
"Ini perlu terlaksana dari komunikasi. Dan tentu utamanya, dapat diakomodir bagi kepentingan masyarakat Manado," ungkapnya. (DevyKumaat)








































Komentar