Foto: Orasi AARS di Kampanye Terbatas PDI Perjuangan di Lapangan Bantik.
AARS Semangati Kader PDI Perjuangan Dapil Sario-Malalayang
Manado, MS
Kampanye terbatas PDI Perjuangan Daerah Pemilihan (Dapil) Sario-Malalayang berlangsung lancar, Jumat (13/1/24) di Lapangan Bantik, Malalayang.
Membuka orasi diawali oleh Ketua DPC Manado dr Richard Sualang.
Disampaikan kalau PDI Perjuangan adalah partai wong cilik milik rakyat. Diajak pula, para kader untuk hadir di TPS 14 Februari 2024 saat pemilu.
"Kita harus menangkan PDI Perjuangan. Partai ini terbesar di Indonesia, Sulut bahkan Manado, jadi tak ada tak mungkin, kita harus menang dengan memilih calon-calonnya," kata Sualang disambut riuh.
Usai itu, satu per satu caleg di Dapil Sario-Malalayang berorasi.
Bahkan, beberapa caleg PDI Perjuangan Dapil Manado ke DPRD Provinsi diberi kesempatan. Seperti Irene G Pinontoa, Apriano Ade Saerang, Jean Laluyan dan lainnya.
Selang beberapa waktu berjalannya kampanye, didaulat berbicara sekaligus menutup kampanye adalah Bendahara DPD PDI Perjuangan Sulut Andrei Angouw.
Angouw mengawali saat itu kalau 33 hari lagi menuju pemilu berlangsung.
Di atas panggung diteriaki kalau pilih presiden nomor urut 3 dengan partainya sama.
"Kalau calon-calon, sesuai nomor masing-masing," ujarnya yang disambut riuh kader.
Lanjutnya, PDI Perjuangan harus menang untuk menjaga Pancasila dan NKRI. Dan, sebagai petugas partai itu yang perlu dilakukan.
Untuk itu, Angouw mengajal juga semuanya harus kompak jangan sampai bersinggungan satu sama lain.
"Ibu Ketum PDI Perjuangan menyebut kita harus merebut hati rakyat. Jangan ribut-ribut, mabuk-mabuk serta berknalpot bising. Kita pun harus Door to Door pintu rakyat," kuncinya. (devy kumaat)







































Komentar