Penemuan Mortir Aktif Gegerkan Warga Bitung
Tertimbun di Galian Pasir
Laporan: Joy Watania
Penduduk Kota Bitung gempar. Negeri di Kaki Gunung Dua Sudara itu, dihebohkan dengan mortir aktif yang ditemukan masyarakat. Gerak pengamanan pun dilakukan aparat kepolisian.
Kepolisian Sektor (Polsek) Ranowulu, Kepolisian Resort (Polres) Bitung bersama personil dari Unit Jibom Gegana Sat Brimob Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut), mendatangi lokasi ditemukannya 1 buah mortir aktif berukuran panjang 60 mm itu, Kamis (28/2) kemarin sekitar pukul 15:30 WITA. Tepatnya berada di lokasi galian pasir Kelurahan Danowudu, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung.
Saat di lokasi kejadian, unit Jibom Gegana yang dipimpin Aipda Mashanafi, langsung melakukan kegiatan evakuasi atas 1 buah mortir tersebut. Secara teknis, benda berbahaya ini berhasil diamankan. Kemudian dibawa ke Mako Sat Brimob Polda Sulut untuk penanganan selanjutnya. Hadir pada kesempatan tersebut Kabag Ops Polres Bitung Kompol M Makfud yang memantau langsung jalannya kegiatan evakuasi.
Sementara itu, Kapolres Bitung AKBP, Stefanus Michael Tamuntuan SIK MSi, melalui Kapolsek Ranowulu Res Bitung Iptu Wayan Budiartha menjelaskan, 1 buah Mortir tersebut pertama kali ditemukan, Rabu (27/2) sekitar pukul 14:00 WITA, oleh seorang lelaki bernama Oktavianus Manoso (27), warga Kelurahan Manembo-nembo Tengah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung.
Lanjut Kapolsek, saat lelaki tersebut sedang menggali pasir dengan menggunakan alat pacul dan sekop, dia kemudian menemukannya. Kondisi mortir itu dalam keadaan terbungkus dan melekat dengan tanah serta berkarat. “Mortir tersebut kemudian diamankan lelaki Oktavianus dan melaporkan kejadian yang dia alami itu kepada pihak Kepolisian Polsek Ranowulu,” ujar Kapolsek.
“Adanya kejadian tersebut kami kemudian mendatangi TKP (Tempat Kejadian Peristiwa) dan mengamankan mortir tersebut, lalu berkoordinasi dengan Polres Bitung yang selanjutnya menghubungi Sat Brimob Polda Sulut untuk proses evakuasi,” sambung Ranowulu.
Diketahui, mortir adalah senjata artileri yang diisi dari depan. Kemudian menembakkan peluru dengan kecepatan yang rendah, jarak yang jangkauan dekat dan dengan perjalanan peluru yang tinggi lengkungan parabolnya. Peluru sekelas mortir, memiliki jenis yang mampu melumpuhkan tank atau kendaraan lapis baja. (*)















































Komentar